PARIGI, EQUATORNEWS – Di antara ratusan desa yang terbentang di wilayah Parigi Moutong, satu nama dipilih dengan keyakinan: Mertasari. Bukan sekadar titik di peta, melainkan ruang belajar yang dianggap mampu menjawab kegelisahan dan harapan.
Sekitar sepuluh orang perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, akan melakukan studi banding dengan fokus pada administrasi desa dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan penekanan utama pada penguatan BUMDes.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kantor Camat Parigi, Sri Kasni, S.Sos, saat diwawancarai pada Senin, 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa dari total 278 desa di Parigi Moutong yang ditawarkan kepada Pemerintah Kabupaten Pohuwato, pilihan justru jatuh pada Desa Mertasari, Kecamatan Parigi.
Menurut Sri Kasni, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. BUMDes Mertasari dinilai sebagai salah satu yang terbaik di daerah ini, dengan pengelolaan yang tertata serta mampu menunjukkan arah perkembangan yang jelas.
Ia menilai, langkah Pemerintah Kabupaten Pohuwato memilih Mertasari merupakan keputusan yang tepat, karena desa tersebut tidak hanya kuat dalam administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menggerakkan BUMDes sebagai pilar ekonomi desa.
Rencananya, rombongan dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan tiba pada Selasa, 31 Maret 2026, dan langsung menuju Balai Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan yang selama ini menjadi rujukan.
Di balik kunjungan ini, tersimpan pesan yang lebih luas: desa tidak lagi berdiri sendiri, melainkan saling belajar dan menguatkan. Mertasari hari ini menjadi cermin, bahwa dari desa, praktik baik dapat tumbuh dan memberi arah bagi daerah lain.
FAYRUZ










