PARIGI, EQUATORNEWS — Di hamparan tanah yang tak pernah lelah melahirkan kehidupan, benih-benih harapan kembali dititipkan. Sebanyak 20 ribu bibit durian jenis Montong disalurkan kepada petani, dengan Desa Lebo, Kecamatan Parigi, menjadi titik mula gerakan yang diarahkan untuk menguatkan masa depan komoditas durian di Kabupaten Parigi Moutong.
Program ini merupakan inisiatif Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Kabupaten Parigi Moutong, yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemerintah Daerah Parigi Moutong, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong, serta perwakilan Kementerian Pertanian RI.
Penyerahan simbolis dilaksanakan di kawasan PT. Indonesia Mixing Fruit Trading, Desa Lebo. Di tempat itulah, ribuan bibit dilepas, bukan sekadar sebagai bantuan, melainkan sebagai pijakan awal bagi tumbuhnya kekuatan ekonomi baru di sektor hortikultura.
Ketua KADIN Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, menyampaikan bahwa total bibit yang disalurkan mencapai 20 ribu pohon dengan nilai sekitar Rp800 juta. Dari jumlah tersebut, Parigi Moutong menerima 2.000 bibit, sementara sisanya didistribusikan ke kabupaten lain di Sulawesi Tengah.
“Yang kita bangun bukan hanya kebun, tetapi masa depan. Durian ini kita dorong menjadi komoditas unggulan yang memberi nilai tambah bagi petani,” ujarnya.
Usai penyerahan, rombongan meninjau proses sortir durian di lokasi perusahaan. Buah-buah dipilah dengan ketat berdasarkan kualitas, dari Grade A hingga D, menunjukkan bahwa standar mutu menjadi kunci dalam menembus pasar yang lebih luas.
Sejumlah tamu yang hadir turut mencicipi durian Grade A. Rasa yang pekat dan tekstur yang sempurna seakan menjadi penegasan bahwa dari Parigi Moutong, kualitas mampu berbicara dengan sendirinya.
Melalui langkah ini, Parigi Moutong diproyeksikan tidak hanya sebagai penghasil, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan durian di kawasan. Sebuah ikhtiar panjang yang dimulai dari bibit kecil, namun menyimpan harapan yang tak kecil.
FAYRUZ










