Ragam  

Peluk Persaudaraan di Ujung Teluk: Dari Ogotumubu, Asa Membangun Desa Dinyalakan

Fayruz
Halal Bihalal Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase, di Ogotomobu - Foto : Diskominfo

TOMINI, EQUATORNEWS — Di antara hamparan pesisir yang tenang dan denyut kehidupan masyarakat yang bersahaja, Desa Ogotumubu, Kecamatan Tomini, menjadi ruang bertemunya hati-hati yang lama terpaut oleh jarak dan waktu. Rabu, 25 Maret 2026, Halal Bi Halal 1447 Hijriah digelar bukan sekadar sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai peristiwa batin yang merajut kembali makna persaudaraan.

Kehadiran Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama Ketua TP-PKK Hj. Hestiwati Nanga, memberi makna lebih dari sekadar seremoni. Ia hadir sebagai penanda bahwa pemerintah tidak berdiri jauh di atas, melainkan berjalan berdampingan dengan rakyatnya, merasakan denyut yang sama, dan menatap masa depan dari titik yang serupa.

Di bawah naungan tema “Menguatkan Persaudaraan dalam Bingkai Kebersamaan untuk Membangun Desa,” kegiatan yang diinisiasi oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Ogotumubu itu menjelma menjadi ruang dialog tanpa sekat. Persaudaraan tidak lagi menjadi kata, melainkan gerak yang hidup di tengah masyarakat.

Turut hadir Camat Tomini, Sekretaris Kecamatan, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Tomini, serta lapisan masyarakat dari berbagai latar: tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga perempuan. Mereka duduk dalam satu lingkaran kebersamaan, menanggalkan perbedaan, menyatukan harapan.

Halal Bi Halal di Ogotumubu tidak berhenti pada saling bersalaman dan mengucap maaf. Ia tumbuh menjadi ruang konsolidasi sosial, tempat kepercayaan dipulihkan, dan semangat gotong royong diteguhkan kembali. Dari desa kecil di tepian teluk ini, tersirat pesan besar: pembangunan tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga pada kekuatan hubungan antarmanusia.

Di tengah kehangatan itu, harapan mengalir tanpa suara keras. Bahwa dengan persaudaraan yang dirawat, Desa Ogotumubu dan seluruh wilayah Tomini akan melangkah lebih pasti—menuju kemajuan yang tidak tercerabut dari nilai kebersamaan.

Sebab pada akhirnya, desa yang kuat bukan hanya dibangun oleh infrastruktur, tetapi oleh hati yang saling terhubung.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *