Ragam  

Tragedi Di Balik Pintu Terkunci: Lebaran Kelabu Di Bambalemo, Pria Senja Ditemukan Tak Bernyawa

Fayruz
Anggota Polsek Parigi, sedang Mengurusi Jenazah yang Ditemukan di Desa Bambalemo - Foto : Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Di tengah gema takbir yang seharusnya membawa sukacita fitri, duka mendalam justru menyelimuti Perumahan Saunagaya, Desa Bambalemo. Sabtu malam, 21 Maret 2026, sebuah penemuan memilukan memecah kesunyian warga saat sesosok pria ditemukan terbujur kaku dalam kesendirian yang mencekam.

​Momen yang mulanya diniatkan untuk berbagi kebahagiaan lebaran berubah menjadi kengerian. Sekitar pukul 17.00 WITA, seorang tetangga bernama Sukri berniat menjemput korban, SK yang berusia 61 tahun, untuk menghadiri undangan makan bersama. Namun, ketukan di pintu tak kunjung berbalas. Hanya keheningan dingin yang menyambut dari balik dinding rumah di Jalan Trans Sulawesi tersebut.

​Rasa curiga yang membuncah membawa warga merangsek masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci itu pada pukul 17.40 WITA. Aroma duka menyengat seketika. Di depan pintu kamar mandi, tubuh SK ditemukan sudah membengkak, menjadi saksi bisu atas maut yang datang menjemput tanpa ada satu pun tangan yang mendekap di detik terakhirnya.

​Luka lama seakan kembali menganga bagi keluarga yang ditinggalkan. Diketahui, sejak sang istri berpulang empat tahun silam, SK memilih menjalani hari hari seorang diri. Sosok wiraswasta yang dikenal ramah ini kabarnya sempat mengeluhkan sakit batuk dan flu, namun tidak ada yang menyangka bahwa lebaran tahun ini akan menjadi perpisahan selamanya.

​Kapolsek Parigi, IPTU Noldy W Sualang, bersama Tim Inafis Polres Parigi Moutong segera bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan pemeriksaan intensif, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau campur tangan tindak pidana pada tubuh korban.

​Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada indikasi pembunuhan. Korban diduga meninggal karena sakit yang dideritanya. Pihak keluarga juga telah mengikhlaskan dan menolak proses autopsi, ujar IPTU Noldy dengan nada prihatin.

​Kejadian ini menjadi pengingat pedih bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama mereka yang meniti usia senja dalam kesunyian. Maut bisa datang kapan saja, namun kepedulian kitalah yang memastikan tidak ada jiwa yang harus menghadap Sang Pencipta tanpa kasih sayang di sekelilingnya.

​Selamat jalan Bapak SK, semoga damai di sisi Nya.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *