​”Menenun Asa di Atas Kertas Sah, Faradiba Zaenong Sang Nahkoda Tanpa Tanding”

Fayruz
Mahamuddin S.Sos, Ketua Panitia MUKAB V KADIN Parigi Moutong - Foto : EquatorNews

PARIGI, EQUATORNEWSV– Mentari sore di Parigi, Minggu (18/1/2026), seolah menjadi saksi bisu atas sebuah drama administratif yang menentukan arah nahkoda ekonomi di Bumi Khatulistiwa. Di hadapan deretan lensa kamera dan torehan tinta para kuli tinta, Ketua Panitia Musyawarah Kabupaten (Mukab) V Kadin Parigi Moutong, Mahamuddin S.Sos, berdiri membawa kabar yang memangkas spekulasi, hanya ada satu nama yang tersisa di medan laga.
​Bukan tentang ketiadaan peminat, namun tentang ketegasan aturan yang tak bisa ditawar oleh retorika. Mahamuddin mengungkapkan bahwa tirai pendaftaran sempat disibak oleh dua sosok yang membawa asa besar, yakni Ibu Faradiba Zaenong dan Bapak Hartono, SH. Namun, saat waktu beranjak ke titik akhir pengembalian berkas, nasib berkata lain.

​”Gugurnya Sang Penantang”

​Bak kapal yang karam sebelum mencapai dermaga, langkah Hartono terhenti oleh tembok tebal persyaratan. Mahamuddin memaparkan dengan nada getir namun lugas tentang tumpukan kekurangan berkas yang membuat Hartono harus merelakan ambisinya.
​Mulai dari ketiadaan bukti keanggotaan Kadin yang sah, raibnya surat keterangan domisili usaha tiga tahun terakhir, hingga absennya bukti dukungan tertulis dari anggota biasa. Bahkan, visi-misi yang menjadi ruh seorang calon pemimpin pun tak nampak dalam bundel berkasnya.

​”Ada jurang yang lebar antara niat dan kelengkapan. Tanpa administrasi yang utuh, termasuk biaya pendaftaran yang menjadi prasyarat, langkah beliau harus terhenti di sini,” ujar Mahamuddin dengan tatapan yang dalam.

​”Satu Nama di Pucuk Harapan”

​Di sisi lain, Faradiba Zaenong muncul sebagai sosok yang tak tergoyahkan. Berkasnya yang rapi dan lengkap menjadi tiket emas yang membawanya menjadi calon tunggal dalam helatan Mukab V mendatang. Mahamuddin menegaskan, hingga detik ini, tidak ada permintaan perpanjangan waktu atau perbaikan dari pihak mana pun, sehingga Panitia menetapkan bahwa panggung Mukab V hanya akan menjadi milik sang petahana.
​”Waktu telah kami berikan, ruang diskusi telah kami buka, namun sunyi menyambut. Maka, keputusan telah dikunci,” tambahnya.

​”Menuju Aliansi Aklamasi”

​Kini, aroma aklamasi kian menyengat di udara Parigi. Jika tak ada aral melintang, tanggal 21 Januari 2026 akan menjadi hari penahbisan bagi Faradiba Zaenong untuk kembali memimpin gerbong besar Kadin Parigi Moutong.
​Bagi publik, ini bukan sekadar urusan organisasi, melainkan tentang bagaimana satu tangan akan memegang kendali atas denyut nadi pengusaha di daerah ini. Di tengah kesunyian kompetisi, masyarakat kini hanya bisa menanti: mampukah sang calon tunggal membawa kapal Kadin berlayar lebih jauh ke samudera kesejahteraan?

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *