PARIGI, EQUATORNEWS — Fajar menyingsing di ufuk timur Parigi menyapa barisan abdi negara yang berdiri mematung penuh khidmat di lapangan Polres Parigi Moutong. Pada Senin pagi yang bening itu suasana sakral menyelimuti upacara bendera memperingati Hari Kesadaran Nasional tahun 2026. Tepat saat jarum jam menyentuh angka tujuh kepulan semangat pengabdian membuncah dalam sanubari setiap personel kepolisian yang hadir menghadap Sang Merah Putih.
Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr Hendrawan S.Ik MH, menjadi dirigen utama dalam simfoni penghormatan tersebut. Di hadapan pasukannya ia berdiri tegak membawa pesan yang melampaui sekadar retorika seremoni bulanan. Baginya upacara ini merupakan kompas moral bagi setiap insan Bhayangkara untuk kembali merenungkan hakikat keberadaan mereka sebagai benteng terakhir pelindung rakyat dan penjaga kedaulatan bangsa.
Dalam untaian amanat yang menggetarkan jiwa sang pemimpin menegaskan bahwa kesadaran nasional adalah cermin kejujuran nurani seorang aparatur negara. Ia berpesan agar setiap langkah kaki dan ayunan tangan personel Polri senantiasa selaras dengan denyut nadi masyarakat. Profesionalisme sejati menurutnya bukan hanya tentang kecanggihan taktis di lapangan melainkan tentang keteguhan menjaga integritas di tengah badai godaan dan dinamika zaman yang kian menderu.
Dunia terus berubah dan tantangan sosial tumbuh bak jamur di musim penghujan namun komitmen Polri tidak boleh luntur barang sedikit pun. Kapolres mengajak seluruh jajarannya untuk membasuh wajah dengan semangat refleksi atas amanah besar yang terpikul di pundak mereka. Ia menuntut agar setiap personel bertransformasi menjadi penyejuk di tengah kemelut serta menjadi pemecah kebuntuan bagi setiap persoalan yang menghimpit warga Kabupaten Parigi Moutong.
Cita-cita besar untuk mewujudkan Polri yang Presisi digaungkan dengan nada optimisme yang membubung tinggi ke angkasa. Harapan itu terpatri dalam semangat kebersamaan dan soliditas tanpa batas yang menjadi napas perjuangan Polres Parigi Moutong. Di bawah panji-panji keadilan mereka bertekad menjadi teladan yang humanis guna merawat kepercayaan publik yang merupakan harta paling berharga dalam menjalankan tugas suci sebagai pengayom masyarakat.
FAYRUZ










