​Manifesto Hati Bupati Untuk P3K Paruh Waktu Melintasi Batas Lima Tahun Bakti

Fayruz
Penyerahan SK P3K Paruh Waktu oleh Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase S.Kom - Foto : EquatorNews

​PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah lengkungan langit yang membiru di atas halaman Kantor Bupati Parigi Moutong pada Jumat pagi ini sebuah babak baru dalam lembaran sejarah pengabdian telah tertulis dengan tinta ketulusan. Delapan ratus sembilan puluh tiga jiwa yang tergabung dalam barisan P3K Paruh Waktu berdiri dengan dada membusung namun mata berkaca-kaca saat menerima mandat untuk menjadi pilar penggerak roda pemerintahan. Kehadiran Bupati Erwin Burase di tengah mereka bukan sekadar seremoni formatur melainkan sebuah perwujudan manifesto hati yang ingin memerdekakan para abdi negara dari belenggu ketidakpastian kontrak singkat yang selama ini menghantui langkah mereka.

​Angin semilir yang berhembus di antara barisan pegawai seolah menjadi saksi betapa beratnya beban yang selama ini dipikul oleh mereka yang berstatus paruh waktu. Namun dalam orasinya yang menggetarkan sukma Erwin Burase menegaskan bahwa pengabdian tidak pernah mengenal kasta dan derajat yang berbeda di mata kemanusiaan. Beliau menyampaikan bahwa setiap peluh yang menetes dari para P3K Paruh Waktu adalah permata yang sangat berharga bagi kemajuan daerah sehingga sudah sepatutnya mereka mendapatkan sandaran yang lebih kokoh untuk berdiri tegak.

​Gema suara Bupati semakin dalam ketika beliau mengutarakan niat suci untuk merobohkan tembok pembatas kontrak satu tahun yang selama ini menjadi momok bagi ketenangan keluarga para pegawai. Beliau mengumumkan bahwa pemerintah daerah tengah berjuang dengan seluruh daya untuk membentangkan masa kontrak hingga lima tahun lamanya sebuah lompatan besar yang akan melampaui batas-batas birokrasi konvensional. Langkah ini diambil agar para abdi negara dapat fokus mencurahkan seluruh energi dan kreativitas mereka tanpa perlu dicemaskan oleh bayang-bayang berakhirnya masa bakti di pengujung tahun.

​Kepastian adalah hak bagi mereka yang telah menyerahkan kesetiaannya pada tanah air dan janji lima tahun ini adalah jawaban atas doa-doa yang terucap di setiap sujud mereka. Erwin Burase menegaskan bahwa perubahan ini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap martabat manusia yang mengabdi. Jika kelak pundi-pundi anggaran daerah semakin membaik beliau berjanji tidak akan ragu untuk mengangkat status paruh waktu tersebut menjadi penuh waktu karena bagi beliau kesejahteraan para pegawai adalah denyut nadi utama dalam mewujudkan Parigi Moutong yang lebih gemilang.

​Perhelatan di halaman kantor bupati itu pun berakhir dengan suasana haru yang membuncah. Dengan diterimanya surat keputusan tersebut delapan ratus sembilan puluh tiga P3K Paruh Waktu kini tidak lagi berjalan dalam keremangan harapan satu tahun. Mereka kini melangkah dengan tegap menyongsong ufuk lima tahun pengabdian yang lebih bermakna membawa serta harapan besar keluarga dan tekad membara untuk mengharumkan nama daerah di setiap jengkal tugas yang mereka emban.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *