Jago Merah Kepung Avolua Puluhan Hektare Hutan Parigi Utara Menjadi Arang

Fayruz
Aparat Polsubsektor Parigi Utara , saat Turun ke Lokasi Karhutla di Desa Avolua - Foto : Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI,EQUATORNEWS – Langit di atas Kecamatan Parigi Utara mendadak kelam berselimut asap tebal saat api liar mengamuk hebat di kawasan hutan Dusun III Desa Avolua. Si jago merah yang tak terkendali dilaporkan telah melahap habis sedikitnya 20 hektare lahan hijau hanya dalam hitungan jam. Hembusan angin kencang yang membawa hawa panas ekstrem membuat kobaran api melompat dari satu dahan ke dahan lain hingga menciptakan lautan api yang mengerikan di tanah pegunungan tersebut.

​Petaka ini bermula pada Minggu siang saat matahari sedang terik membakar bumi. Titik api pertama kali terdeteksi merayap dari salah satu kebun warga sebelum akhirnya berubah menjadi monster yang menelan segala vegetasi kering di jalurnya. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut sempat berhamburan mencoba menjinakkan api dengan peralatan seadanya namun kekuatan alam yang ganas jauh melampaui kemampuan tangan manusia.

​Medan Terjal Menjadi Sekutu Api

​Upaya pemadaman menghadapi jalan buntu saat tim gabungan dan warga terbentur dinding alam berupa tebing-tebing curam dan jurang yang mendalam. Medan yang sangat terjal membuat pasokan air mustahil menjangkau titik pusat api di puncak gunung. Kondisi ini membuat para pejuang pemadam api hanya bisa terpaku menyaksikan hutan yang menghitam tanpa daya karena akses yang benar-benar lumpuh.

​Kapolsubsektor Parigi Utara IPDA Andri J Terok terjun langsung membelah kegelapan malam untuk memimpin operasi pengamanan di lokasi kejadian. Meski nyali tim di lapangan sangat besar mereka tetap dipaksa mundur oleh terbatasnya sumber daya dan ekstremnya kontur geografi Avolua. Hingga larut malam cahaya kemerahan masih menghiasi puncak bukit sebagai tanda bahwa ancaman belum sepenuhnya berakhir.

​Peringatan Keras Bagi Perusak Alam

​Pihak kepolisian kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan adanya aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar yang menjadi pemicu utama bencana ini. IPDA Andri J Terok mengeluarkan maklumat tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar menghentikan praktik pembersihan lahan menggunakan api karena dampak kehancurannya yang sangat fatal bagi lingkungan dan keselamatan nyawa manusia.

​Aparat berjanji tidak akan segan menyeret pelaku pembakaran ke ranah hukum jika ditemukan bukti kesengajaan dalam tragedi ini. Sementara itu patroli intensif terus ditingkatkan guna mengantisipasi munculnya titik api baru mengingat ribuan hektare semak belukar di wilayah Parigi Utara kini berada dalam kondisi kering kerontang dan sangat rentan tersulut bara sekecil apa pun.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *