Satu Pintu Satu Saudagar, Ikhtiar Faradiba Di Bawah Restu dan Mantra ‘Berani’ Anwar Hafid

Fayruz
Faradiba Zaenong, Ketua KADIN Parigi Moutong - Foto : KADIN Parigi Moutong

​PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah langit-langit Auditorium Kantor Bupati yang agung, sebuah janji dilarungkan. Sabtu siang itu, 24 Januari 2026, bukan sekadar seremoni pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Parigi Moutong. Ia adalah panggung bagi sebuah manifesto ekonomi yang visioner, sebuah keberanian yang dibungkus dalam larik kalimat, ” Satu Rumah, Satu Pengusaha”.

​Faradiba Zaenong kembali berdiri di podium itu. Untuk kedua kalinya, tongkat estafet kepemimpinan KADIN Parigi Moutong periode 2026-2031 diletakkan di pundaknya. Namun, kali ini ia tidak datang dengan retorika usang. Dalam sambutan awalnya yang menggetarkan, Faradiba memilih jalan sunyi yang penuh tantangan namun mulia, sebuah jalan yang ia sebut sebagai “keberanian.”
​”Terima kasih atas kepercayaan ini. Namun, kerja kami ke depan bukan lagi soal administratif. Kami akan bergerak, menyusup ke lorong-lorong desa, membangkitkan UMKM melalui garis perjuangan “Satu Rumah Satu Pengusaha,” ujar Faradiba dengan nada suara yang mantap.
​Ia tidak berjalan sendirian dalam gelap. Visi itu, menurutnya, adalah resonansi dari semangat “BERANI” yang ditiupkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr H Anwar Hafid. Faradiba mengklaim bahwa napas perjuangan KADIN kali ini adalah pengejawantahan dari mimpi besar sang Gubernur untuk tanah Tadulako.

​Gubernur Anwar Hafid, yang hadir dengan wibawa kepemimpinannya, tak menampik tautan visi tersebut. Baginya, program unggulan KADIN Parigi Moutong ini bukanlah sekadar slogan yang manis di bibir, melainkan sebuah jalur strategis menuju kemandirian ekonomi yang hakiki. Ia menyebutnya sebagai program paling spektakuler yang pernah lahir dari rahim organisasi pengusaha di daerah.
​”Ini bukan sekadar kata-kata. Ini adalah cita-cita yang harus dikuatkan dengan keringat kerja nyata,” tegas Anwar Hafid di depan para pengurus yang baru dilantik.
​Gubernur yang dikenal dekat dengan rakyat ini melempar janji yang tak kalah berani. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, katanya, siap menjadi tiang penyangga bagi mimpi-mimpi kecil di pelosok Parigi. Dari permodalan hingga fasilitas usaha, bantuan akan mengucur deras bagi mereka yang siap secara kelembagaan dan memiliki gerai koperasi yang mumpuni.

​Ada nada reflektif saat Anwar Hafid menyinggung realitas ekonomi saat ini. Di tengah ketergantungan daerah pada APBD dan proyek-proyek konstruksi yang kian terbatas, ia mengajak masyarakat untuk berpaling pada kekuatan yang lebih abadi: kewirausahaan rakyat.
​”Mungkin kita semua tahu, proyek konstruksi tak selamanya bisa kita harapkan sebagai sandaran tunggal,” ungkapnya pelan namun tajam. “Masa depan ekonomi kita sejatinya berdenyut di rumah-rumah kecil. Rumah-rumah yang penghuninya BERANI bermimpi besar, berani berdaulat di atas kaki sendiri.”
​SIang itu ditutup dengan sebuah optimisme yang membuncah. Jika tekad sudah mengeras bak karang, maka pintu peluang akan terbuka lebar. Di Parigi Moutong, sebuah revolusi ekonomi dari dapur-dapur warga baru saja dimulai. Di bawah komando Faradiba dan restu Anwar Hafid, setiap pintu rumah kini menyimpan potensi untuk menjadi markas besar para pejuang ekonomi baru.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *