Simfoni Durian di Tanah Khatulistiwa : Alfres Tonggiro Sanjung Bakti KADIN dan APDURIN

Fayruz
Ketua KADIN Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, dan Ketua DPRD, Alfres Tonggiro - Foto : Ist

PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah langit Parigi Moutong yang menyimpan kekayaan hijau tak terbilang, sebuah narasi besar tentang kebangkitan ekonomi sedang dipahat. Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Alfres Tonggiro, melayangkan pujian setinggi langit bagi dua pilar penggerak ekonomi, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN). Keduanya dianggap sebagai dirigen yang piawai dalam meramu investasi, mengubah aroma harum durian lokal menjadi daya pikat yang menembus benteng pasar internasional.

​Bagi Alfres, jerih payah kedua organisasi ini bukan sekadar urusan niaga belaka. Ini adalah misi diplomasi rasa yang berhasil mengantarkan nama Parigi Moutong berdengung hingga ke daratan Tiongkok. Durian, yang dahulu mungkin hanya dipandang sebagai buah musiman di pekarangan warga, kini bertransformasi menjadi emas hijau yang menjanjikan kemakmuran bagi para petani di pelosok desa.

​”Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memberikan ruang investasi yang baik. Apalagi jika investasi tersebut bersifat jangka panjang, tentu harus kita dorong dengan memberikan berbagai kemudahan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku,” ujar Alfres dengan nada optimis saat ditemui pada Sabtu, 14 Maret 2026.

​Menanggapi riak dan dinamika yang sempat mewarnai perjalanan investasi di Parigi Moutong, termasuk catatan dari Panitia Kerja DPRD, Alfres bersikap bijak. Ia menegaskan bahwa segala bentuk evaluasi tidak boleh menjadi batu sandungan yang menghentikan arus modal. Baginya, setiap persoalan adalah bumbu penyedap untuk memperbaiki tata kelola, agar iklim investasi di bumi khatulistiwa ini tetap hangat dan memberikan rasa nyaman bagi para pemilik modal.

​Alfres juga menggarisbawahi landasan konstitusional KADIN yang berpijak pada Undang Undang Nomor 1 Tahun 1987 sebagai motor penggerak dunia usaha. Di sisi lain, ia melihat APDURIN sebagai pahlawan di garis depan yang menyentuh langsung denyut nadi para petani di sektor hulu, membangun ekosistem produksi yang kokoh dari akar hingga ke pucuk dahan.

​”Kerja kerja seperti ini tentu bukan pekerjaan yang sederhana. KADIN bergerak dalam penguatan dunia usaha dan investasi, sementara APDURIN bekerja langsung di tingkat petani. Karena itu saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan KADIN dan APDURIN di Kabupaten Parigi Moutong,” tegasnya.

​Sebuah harapan besar kini digantungkan pada sinergi yang kian erat. Antara birokrasi, legislatif, dan organisasi profesi, Alfres memimpikan sebuah harmoni yang muaranya hanya satu: senyum lebar para petani durian dan laju ekonomi Parigi Moutong yang kian kencang berlari menuju masa depan yang gemilang.

FAYRUZ/*

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *