Langkah Teduh Anwar Hafid di Sigi, Merajut Asa Rakyat dengan Atap dan Doa

Fayruz
Gubernur Anwar Hafid, Memberikan Sambutan, saat Acara Bukber di Kabupaten Sigi. - Foto : Biro Adpim Setdaprov Sulteng

​SIGI, EQUATORNEWS – Cahaya senja di ufuk Desa Dolo menjadi saksi bisu sebuah pertemuan yang bukan sekadar seremonial belaka. Di bawah langit Sigi yang mulai meredup, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, hadir membawa harapan yang tertuang dalam butiran nasi buka puasa dan deretan kunci rumah bantuan bagi rakyatnya. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026 tersebut, seolah menjadi jembatan batin antara pemimpin dan masyarakat dalam membasuh dahaga kemiskinan yang masih menyelimuti sebagian sudut negeri.

​Langkah kaki Anwar Hafid di kediaman Bupati Sigi tidak hanya membawa paket sembako, namun juga sebuah visi besar tentang konektivitas yang selama ini terputus oleh rimba dan tebing. Sang Gubernur menegaskan bahwa kemajuan Kota Palu akan menjadi fatamorgana jika daerah penyangga seperti Sigi dan Donggala ditinggalkan dalam ketertinggalan infrastruktur. Dengan nada bicara yang tenang namun penuh ketegasan, ia menjanjikan pembukaan akses jalan Lembang Tongoa sebagai urat nadi baru yang akan mengalirkan kemakmuran dari wilayah timur menuju jantung provinsi.

​Bagi Anwar Hafid, dinding-dinding rumah yang rapuh adalah potret nyata dari luka kemiskinan yang harus segera disembuhkan. Ia meyakini bahwa martabat seorang manusia bermula dari atap yang teduh dan lantai yang layak. Karena itulah, mulai tahun depan, ia menitipkan amanah kepada seluruh kepala daerah untuk menjadikan perbaikan rumah tidak layak huni sebagai panglima dalam memerangi kemiskinan. Di mata sang Gubernur, sinergi anggaran yang mengalir deras ke Sigi pada tahun ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan benih bagi percetakan sawah dan kekuatan kedaulatan pangan masa depan.

​Di tengah riuh rendah doa yang melangit, komitmen terhadap pendidikan tetap menjadi api yang menyala dalam sanubarinya. Melalui program Berani Cerdas, ribuan mahasiswa kini dapat menatap masa depan tanpa harus tercekik beban biaya kuliah yang menjulang tinggi. Harapan itu kian meluas dengan target pelipatgandaan penerima bantuan pada tahun ini, sebuah upaya nyata untuk melahirkan generasi emas dari tanah Sulteng. Tak lupa, ia membalut pembangunan fisik tersebut dengan spirit spiritualitas melalui gerakan Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji, sebuah ajakan untuk kembali memuliakan rumah ibadah sebagai fondasi keberkahan daerah.

​Menjelang malam yang kian larut, Anwar Hafid menutup perjumpaan itu dengan sebuah permohonan yang tulus. Ia menyadari bahwa pundak pemimpin hanyalah manusia biasa yang butuh ditopang oleh doa-doa ikhlas dari rakyatnya. Di hadapan masyarakat Sigi, ia meminta agar dirinya dan seluruh jajaran pemerintahan senantiasa diberikan kekuatan untuk tetap istikamah dan berdiri tegak di sisi rakyat hingga garis akhir pengabdian.

FAYRUZ/*

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *