PARIGI, EQUATORNEWS – Jika tak ada aral melintang, besok Selasa (4/2/2025), ribuan warga dari delapan desa di Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong , Sulawesi Tengah (Sulteng), akan turun ke jalan melakukan aksi demonstarsi besar-besaran.
Menurut Korlap aksi , Thamrin Hasan, yang dihubungi wartawan via ponselnya, Senin malam (3/2/2025), menyebutkan, aksi besok, merupakan bentuk dari kekecewaan masyarakat, atas dugaan pembiaran dilakukan para pemangku kepentingan terhadap, aktivitas pertambang emas ilegal (PETI) di hulu Sungai Taopa.
Dikatakan Thamrin Hasan, yang juga menjabat Kades Sibatang itu, aksi demo besar – besaran tersebut, merupakan kesepakatan warga dari delapan desa yang ada di bantaran Sungai Taopa.
Menurutnya, selama ini suara masyarakat yang memprotes aktivitas PETI, tidak pernah digubris sama sekali oleh para pemangku kepentingan, terutama aparat penegak hukum (APH).
” Aliran Sungai Taopa sudah keruh,mustahil tambang emas ilegal yang sudah beroperasi selama kurang lebih tujuh bulan di atas sana, tidak diketahui aparat,” beber Thamrin.
” Saat demo nanti, massa aksi akan mendesak para pemangku kepentingan baik Provinsi Sulteng, atau kabupaten, memanggil para bawahannya secara berjenjang ke bawah. Selain itu, kami menilai Camat, Kapolsek dan Danramil telah kena pasal pembiaran, masa mereka tidak tahu aktivitas ilegal di wilayah mereka. Kalau begitu, mendingan tutup saja itu kantor Polsek, Danramil dan kantor camat,” tegas Thamrin Hasan, berapi – api.
Besok kata Thamrin Hasan, pihaknya yang mengatas namakan Forum Kepala Desa Bantaran Sungai Taopa Kecamatan Taopa dan Moutong, mendesak pemangku kepentingan khususnya aparat kepolisian, agar segera menutup aktivitas PETI di wilayah itu, juga sekaligus menangkap para pelaku, dan para pemodal, yang terlibat aksi perusakan lingkungan itu.
“Supaya ada efek jera. Karena, kalau hanya ditutup, tanpa ada yang diproses pidana, maka para pelaku, dan pemodal, akan mengulangi lagi perbuatan haram mereka,” tandasnya.
FAYRUZ