Uve Marongi Membara : Naga Api Mencabik Langit Toboli, Jalur Trans Sulawesi Mencekam

Fayruz
Karhutla Kembali Mengganas di Desa Avolua - Foto : Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Langit malam di perbatasan Desa Toboli dan Desa Avolua kini tak lagi hitam, melainkan merah membara bak luluhan lava. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengamuk di perbukitan Uve Marongi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, kembali menunjukkan taringnya hingga Senin malam (9/3/2026). Kobaran api yang membumbung tinggi menciptakan pemandangan mengerikan yang terlihat jelas dari jalur urat nadi Trans Sulawesi, menebar teror bagi setiap pelintas yang lewat.

​Petaka ini bermula sejak Jumat sore (6/3/2026), saat titik api pertama kali menjilat perkebunan jati di Dusun IV Toboli. Meski warga telah berjibaku melawan maut dengan alat semprot manual, kegarangan si jago merah justru kian tak terkendali. Menjelang tengah malam, api melompat liar, merayap naik ke punggung Gunung Uve Marongi pada ketinggian 500 hingga 600 meter di atas permukaan laut.

​Medan yang tegak lurus dan jurang yang menganga menjadi tameng bagi api untuk terus berkuasa. Pasukan gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi dipaksa mundur oleh alam. Keterbatasan sumber air dan akses yang mustahil ditembus kendaraan pemadam membuat upaya pemadaman seolah menemui jalan buntu.

Vegetasi Kering Menjadi “Bensin” Alami

​Situasi mencapai titik nadir pada Senin malam (9/3/2026) sekitar pukul 19.00 Wita. Angin kencang menyambar vegetasi bambu dan semak belukar yang meranggas, memicu ledakan api yang menjalar dengan kecepatan kilat ke arah selatan. Uve Marongi seolah berubah menjadi tungku raksasa yang siap menelan apa saja di sekitarnya.

​Kabag Ops Polres Parigi Moutong, Kompol Sugianto, bersama tim Pusdalops BPBD terus memantau pergerakan naga api yang kini berada di area terjal yang tak tersentuh tangan manusia. Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, memberikan gambaran betapa mencekamnya kondisi di lapangan.

​”Personel kami bersama TNI dan masyarakat sudah memberikan segalanya di lapangan. Namun, medan di Uve Marongi sangat berat. Api bertengger di lokasi yang sulit dijangkau, memaksa kami untuk terus bersiaga penuh di sepanjang jalur Trans Sulawesi,” tegasnya.

Peringatan Keras di Tengah Barisan Api

​Di tengah situasi yang kian genting, pihak kepolisian mengeluarkan maklumat keras bagi siapa pun yang nekat bermain api. “Kami peringatkan dengan tegas, jangan ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar! Satu percikan kecil di kondisi kering seperti ini adalah undangan bagi bencana besar yang mempertaruhkan nyawa banyak orang,” imbau IPTU Arbit dengan nada bergetar.

​Hingga berita ini diturunkan, sisa-sisa kobaran di perbukitan Uve Marongi masih terlihat jelas membelah kegelapan malam, menjadi pengingat betapa rapuhnya keseimbangan alam di bawah ancaman api yang belum juga padam.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *