PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah naungan langit Senin malam, 16 Maret 2026, sebuah simfoni kemanusiaan bergema membelah sunyi di berbagai sudut Parigi Moutong. Ketika rembulan Ramadan memeluk bumi Songulara Mombangu dengan cahayanya yang lembut, Partai Solidaritas Indonesia hadir bukan dengan janji yang melangit, melainkan dengan tangan yang terulur langsung menyentuh retakan harapan rakyat kecil.
Langkah nyata ini dipimpin langsung oleh Bendahara Umum DPD PSI Parigi Moutong, Andi Putrita Nur Passau. Perjalanan kemanusiaan malam itu menyisir lorong-lorong di Kelurahan Masigi, Kelurahan Bantaya, Kelurahan Kampal, hingga menjangkau pelataran Desa Bambalemo. Di sela-sela pendistribusian, perempuan yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menitipkan sebuah pesan yang menyentuh relung sanubari. Beliau menegaskan bahwa kehadiran PSI di tengah pemukiman warga adalah manifestasi dari ruh partai yang enggan berdiam diri melihat kesulitan sesama.
Menurut Andi Putrita Nur Passau, aksi ini adalah panggilan nurani untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun meja makan yang kosong di saat fajar menyapa maupun saat beduk berbuka bertalu. Baginya, setiap paket sembako yang berpindah tangan adalah simbol dari persaudaraan yang tak akan pernah putus oleh sekat-sekat apapun. Ia meyakini bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa terletak pada kerelaan untuk saling memanggul beban di masa-masa sulit.
Suasana malam itu berubah menjadi penuh haru saat warga menerima sentuhan kepedulian tersebut. Sebanyak 3000 paket sembako telah disiapkan sebagai benteng pertahanan bagi ekonomi keluarga yang sedang berjuang di bulan suci. Dari Masigi hingga Bambalemo, binar mata para penerima manfaat menjadi saksi bisu betapa kehadiran PSI telah memberikan napas baru bagi optimisme mereka yang sempat layu di tengah himpitan keadaan.
Kini, di setiap butir beras yang tersalurkan, terukir doa-doa tulus yang melambung ke angkasa. Perjalanan di malam Senin tersebut bukan sekadar tentang memberi, melainkan tentang bagaimana PSI Parigi Moutong menjahit kembali robekan sosial dengan benang-benang kasih sayang, membuktikan bahwa politik yang paling mulia adalah politik yang bekerja untuk kemanusiaan.
FAYRUZ










