EQUATORNEWS – PARIGI, Di bawah lengkungan langit Ramadan yang kian menyentuh palung kalbu, sebuah simfoni kebajikan bergema di tanah khatulistiwa. Hari ini bukan sekadar perjamuan pengobat dahaga, melainkan sebuah ikhtiar melangitkan doa yang dirajut oleh tangan-tangan tulus para saudagar dan penjaga bumi.
Dalam remang senja yang jatuh di ufuk Parigi, Minggu (15/3/2026), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bersama Asosiasi Petani Durian (Apdurin) Parigi Moutong, mengubah sebuah sudut kafe menjadi oase kemanusiaan. Puluhan santri dari Pondok Pesantren Ittihadul Ummah hadir membawa wajah-wajah bening yang memantulkan ketulusan, menyatu dalam hangatnya buka puasa bersama.
Suasana itu tak ubahnya mozaik persaudaraan. Di sana, para penjaga hukum dari kepolisian, pemimpin jeruji Lapas, tokoh masyarakat yang disegani, hingga para pengusaha yang gigih, melebur dalam satu tarikan napas syukur. Tak ada sekat antara kasta, yang ada hanyalah detak jantung yang sama: kerinduan akan rida Ilahi.
Ketua KADIN Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, berdiri dengan narasi yang menggetarkan sukma. Baginya, pertemuan ini adalah jembatan ruhani yang menghubungkan langit dan bumi.
”Dalam setiap jabat tangan petang ini, ada doa agar rezeki kita melimpah laksana air pasang dan usia kita dipanjangkan dalam ketaatan. Semoga tetesan kasih untuk adik-adik santri ini menjadi embun yang menyejukkan jalan kita menuju keberkahan sejati,” tuturnya dengan nada penuh khidmat.
Namun, Ramadan kali ini tidak hanya membawa kabar langit. Di sela-sela denting sendok dan doa, terselip kebanggaan yang mengharumkan nama daerah. Faradiba menyisipkan kabar megah: emas hijau dari bumi Parigi, durian-durian kebanggaan rakyat, kini telah menaklukkan pasar Tiongkok dengan volume mencapai 3.000 ton. Sebuah bukti nyata bahwa keringat para petani di bawah naungan Apdurin telah menjelma menjadi pilar ekonomi yang kokoh di kancah internasional.
Malam pun jatuh dengan syahdu. Ketika azan berkumandang dan kurma membasahi kerongkongan, ada harapan yang membumbung tinggi. Bahwa sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan kaum sarungan adalah kunci pembuka gerbang kemajuan Parigi Moutong yang lebih gemilang.
Turut hadir pada acara itu, Kabag OPS Polres Parigi Moutong, Kompol Sugianto, KBO Sat Intelkam Polres Parigi Moutong, IPDA Detut Rahadian EB, PLH Kalapas Parigi Rais S.Sos.
FAYRUZ/*










