TORUE, EQUATORNEWS – Tatapan tajam Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr Hendrawan AN S.IK MH, menyisir setiap sudut kerumunan, memastikan bahwa di balik gemuruh sorak-sorai dan arak-arakan raksasa, keamanan tetap tegak berdiri sebagai pilar utama perayaan suci di tanah Tolai.
Desa Tolai mendadak menjelma altar raksasa saat ribuan jiwa tumpah ruah ke jalanan, menyambut senja yang tidak biasa pada Rabu sore itu. Dalam rangka menyongsong Nyepi Tahun Baru Saka 1948, atmosfer Kecamatan Torue bergetar hebat. Bukan sekadar pawai, namun sebuah manifestasi jiwa yang dikemas dalam gerak 21 ogoh-ogoh yang megah, membelah lautan manusia yang diperkirakan mencapai lima ribu pasang mata.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom., melepas langsung iring-iringan suci ini dari pelataran Pura Purnasada. Di sampingnya, hadirnya pucuk pimpinan Polres Parigi Moutong memberikan sinyal kuat bahwa negara hadir menjaga denyut tradisi. Di bawah langit yang mulai merona, sosok-sosok raksasa dari anyaman bambu dan kertas mulai bangkit, mengusung filosofi tentang pembersihan unsur negatif dari jagat raya.
Langkah kaki para pengusung ogoh-ogoh beradu dengan aspal Jalan Trans Sulawesi, menciptakan irama dinamis yang membawa massa menuju titik akhir di kawasan Pura Merajapati. Dari Dusun Matampondo hingga Dusun Pererenan, setiap jengkal rute menjadi panggung bagi kreativitas tanpa batas. Patung-patung itu seolah hidup, meliuk di antara kerumunan, membawa pesan tentang kemenangan dharma atas adharma yang memukau setiap insan yang memandang.
Di tengah euforia tersebut, aparat gabungan dari Polres Parigi Moutong bersama unsur pengamanan lainnya tampil sigap mengawal jalannya kegiatan. Pengamanan berlapis diterapkan di titik-titik strategis guna memastikan arus massa tetap terkendali dan mencegah potensi gangguan keamanan.
Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr Hendrawan AN S.IK MH, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh elemen yang terlibat.
”Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, panitia, serta aparat yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Dari hasil patroli yang saya lakukan sejak siang hingga sore, situasi masih dalam keadaan aman dan para peserta tetap menunjukkan semangat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen untuk menjaga kondusivitas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
”Saya ingatkan kepada seluruh peserta dan pihak terkait agar selalu menjaga suasana yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tegasnya.
Lebih jauh, Kapolres berharap perayaan ini menjadi momentum mempererat persatuan di tengah keberagaman.
”Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan aman dan lancar, tetapi juga membawa semangat kebersamaan yang dapat terus kita lestarikan,” pungkasnya.
Pawai ogoh-ogoh di Tolai tahun ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggung besar harmoni sosial di mana tradisi, toleransi, dan pengamanan bersinergi menciptakan perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga aman dan penuh makna.
FAYRUZ/










