“Kepak Sayap Dyn Walet Merajut Asa,Sinar Bintang Muda Petapa Redup Lebih Awal”

Fayruz
Laga antara Bintang Muda Petapa vs Dyn Walet Torue, pada Group G Gubernur Berani Cup 2026 - Foto : EquatorNews

PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah naungan langit Bambalemo yang membara, takdir baru saja menorehkan tinta emas sekaligus duka yang mendalam. Lapangan Patriot menjadi saksi bisu di mana mimpi-mimpi besar dipaksa membumi, dan harapan baru mulai menyemai tunasnya dalam lanjutan Grup G Turnamen Gubernur Berani Cup 2026, Kamis (22/1).

​Drama dimulai saat laga baru seumur jagung. Baru tiga menit peluit dibunyikan, Muhammad Rafli, sang sayap lincah Dyn Walet Torue, mengoyak jaring gawang lawan melalui gol kilat yang membungkam tribun pendukung Petapa. Gol itu bukan sekadar angka, melainkan genderang perang yang mengguncang mental lawan.

​Memasuki menit ke-20, tensi memuncak. Pengadil lapangan, Arif, menunjuk titik putih setelah kiper Bintang Muda Petapa, Arya, dianggap melakukan pelanggaran keras di area terlarang. Namun, dewi fortuna seolah ingin memperpanjang napas Petapa. Muhammad Naim yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya; sepakan lemah sang algojo dengan mudah didekap Arya, menghidupkan kembali bara semangat di dada punggawa Petapa.

​Empat pilar asal Palu yang menjadi motor serangan Bintang Muda Petapa mencoba mengonstruksi serangan demi serangan. Namun, mereka membentur tembok kokoh pertahanan Dyn Walet yang tampil begitu lugas dan tanpa kompromi. Hingga turun minum, skor tipis 0-1 tetap bertahan.

​Memasuki babak kedua, intensitas laga tak menyurut. Bintang Muda Petapa tampil habis-habisan layaknya ksatria yang tak ingin pulang membawa malu. Peluang demi peluang tercipta, namun tiang gawang dan ketidakberuntungan menjadi musuh tambahan bagi mereka.

​Asyik menyerang justru menjadi bumerang. Pada menit ke-65, sebuah skema bola mati di luar kotak penalti menjadi malapetaka bagi Petapa. Muhammad Naim membayar tuntas kegagalannya di titik putih dengan sebuah tandukan maut yang menghujam tajam ke gawang lawan. Skor 0-2 mengunci takdir sore itu.

​Dengan hasil ini, Bintang Muda Petapa dipastikan harus angkat koper lebih awal, mengubur impian mereka dalam-dalam di tanah Bambalemo. Sebaliknya, anak asuh Coach Apon Bentho kini menatap langit fase gugur dengan penuh optimisme. Satu laga penentuan melawan Garuda Mitra Tolai akan menjadi pembuktian terakhir, apakah kepak sayap Dyn Walet akan terus terbang tinggi atau terhenti di tengah jalan.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *