PARIGI, EQUATORNEWS — Padang hijau Patriot Bambalemo menjadi saksi bisu sebuah pertempuran yang melampaui batas fisik manusia pada Senin sore yang membara. Di pinggir lapangan yang sarat akan tekanan dua nakhoda besar berdiri tegak mengawal mimpi masing masing. Aba M Nur sang arsitek Khatulistiwa Lemusa beradu tajam dengan dinginnya strategi Fakrudin “Rudi Martisandi” yang menahkodai Bhayangkara Jurnalis dalam perebutan takhta tertinggi grup C.
Kedua tim memilih jalan pedang yang sama dengan mengusung formasi agresif empat tiga tiga yang mematikan. Bhayangkara Jurnalis lebih dulu memecah kesunyian pada menit ke tiga puluh, lewat skema serangan yang begitu rapi. Sebuah umpan silang akurat yang dikirimkan dari sisi kanan lapangan berhasil disambut dengan sundulan kepala yang tajam oleh Ardiansyah hingga bola bersarang indah di pojok gawang. Namun keunggulan itu tidak bertahan selamanya karena Khatulistiwa Lemusa bangkit mencari celah di tengah badai serangan.
Pada menit ke empat puluh delapan Arlan muncul sebagai penyelamat bagi kubu Lemusa setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Bola liar hasil tepisan penjaga gawang Hadirun yang tidak sempurna langsung disambar oleh Arlan dengan insting predator yang dingin. Gol tersebut seketika mengubah suasana Lapangan Patriot menjadi gemuruh, dan memaksa kedudukan kembali sejajar hingga akhir laga.
Khatulistiwa Lemusa terus mencoba memukul mental lawan lewat tekanan fisik yang luar biasa ketat di bawah arahan instruksi Aba M Nur. Strategi tersebut memaksa wasit Rehan bekerja keras menenangkan gejolak emosi di tengah lapangan yang kian memanas hingga mengeluarkan empat kartu kuning untuk pemain Lemusa. Bhayangkara Jurnalis pun ikut terperosok dalam arus permainan keras lawan hingga tiga kartu kuning turut tercatat atas nama mereka sebagai harga dari sebuah perlawanan yang tak mau tunduk.
Papan skor akhirnya mengunci angka satu sama yang menandakan berakhirnya perang terbuka namun tetap menjaga kehormatan kedua belah pihak.
Hasil imbang ini menempatkan Bhayangkara Jurnalis sebagai pemuncak grup C karena keunggulan selisih gol yang mereka kumpulkan. Sementara itu Khatulistiwa Lemusa tetap melangkah gagah ke fase selanjutnya dengan menyandang status sebagai runner up grup. Kini kedua raksasa tersebut bersiap menatap fase knock out yang jauh lebih kejam sembari menunggu calon lawan mereka dari grup D yang akan ditentukan esok hari.
FAYRUZ










