Perisai Keadilan di Bumi Parigi Moutong, Refleksi Satu Tahun Perjuangan di Bawah Panji Tribrata

Fayruz
Konfrensi Pers Akhir Tahun Polres Parigi Moutong - Foto : EquatorNews

PARIGI EQUATORNEWS – Di penghujung sisa napas tahun 2025, saat sang surya bersiap pamit menuju peraduannya, sebuah memoar penegakan hukum dibacakan di bawah atap Mako Polres Parigi Moutong. Rabu, 31 Desember 2025, menjadi saksi bisu saat Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr. Hendrawan Agustian Nugraha, S.IK MH, berdiri menyingkap tabir realita keamanan yang menyelimuti Bumi Khatulistiwa sepanjang setahun terakhir.

​Langkah sang Kapolres tak sendiri. Di sisinya, berdiri para punggawa hukum: Kasat Reskrim Iptu Anugrah Tarigan S.TrK MH, Kasat Narkoba Iptu Nico Eliezer S.TrK MH, dan Kasat Lantas Iptu Dwiwahyu Sagita Ramadan S.TrK MH. Mereka hadir bukan sekadar membawa angka, melainkan membawa tanggung jawab atas ketenangan tidur masyarakat Parigi Moutong.

​Luka dan Keadilan yang Terukir

​Di atas meja Satuan Reserse Kriminal, tercatat 519 jeritan mencari keadilan yang tertuang dalam laporan polisi. Sebanyak 249 perkara telah menemukan muaranya, diselesaikan dengan tangan dingin demi kepastian hukum. Dari unit perlindungan perempuan hingga pemberantasan korupsi, setiap kasus adalah perjuangan untuk memulihkan martabat yang terenggut.

​Perang Melawan Bayang-Bayang Semu

​Dalam sunyi, Satuan Resnarkoba bergelut dengan zat-zat yang mengancam nalar bangsa. Sebanyak 63 kasus disingkap, menyeret 79 jiwa, 73 pria dan 6 wanita, ke balik jeruji besi. Di antara debu dan sunyi, polisi berhasil merampas kembali masa depan yang nyaris dicuri oleh 506,73 gram kristal putih sabu dan ratusan paket haram lainnya. Ini bukan sekadar angka sitaan, melainkan nyawa-nyawa yang berhasil diselamatkan dari jurang kegelapan.

​Darah yang Tertumpah di Jalan Raya

​Namun, duka masih menyelinap di antara aspal yang membentang. Meski frekuensi kecelakaan luruh sebesar 5%, sebuah kenyataan getir terungkap: kematian justru lebih sering mengetuk pintu. Sebanyak 72 nyawa harus meregang di jalanan, meningkat 9% dari tahun sebelumnya. Isak tangis keluarga korban menjadi pengingat pedih bahwa jalan raya terkadang berubah menjadi garis tipis antara hidup dan mati.


​Sebuah Janji di Ambang Tahun Baru


​Paparan ini bukanlah titik henti, melainkan kompas untuk melangkah menuju tahun 2026 yang lebih terjaga. Di bawah kepemimpinan AKBP Dr. Hendrawan, Polres Parigi Moutong meneguhkan janji untuk tetap menjadi tameng bagi yang lemah dan pedang bagi keadilan.


​Saat kembang api mulai memecah kesunyian malam nanti, para penjaga ini akan tetap terjaga, memastikan bahwa fajar tahun yang baru disambut dengan rasa aman, bukan dengan rasa takut.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *