Jejak Hitam Residivis Morowali, Menjarah Sapi, Menggasak Motor, Berakhir di Ujung Timah Panas

Fayruz

PARIGI, EQUATORNEWS – Jeruji besi rupanya belum cukup mendinginkan syahwat kriminal IB (29). Pria asal Morowali ini membuktikan diri sebagai residivis bebal. Baru saja menghirup udara bebas, ia langsung tancap gas menebar teror di Parigi Moutong, mengincar motor warga hingga hewan ternak, sebelum akhirnya dipaksa menyerah oleh timah panas aparat.

​Pelarian IB berakhir dalam sebuah drama penyergapan senyap pada Kamis dini hari, 22 Januari 2026. Tim Resmob Sat Reskrim Polres Parigi Moutong mengepung posisinya di Desa Petapa sekitar pukul 00.30 WITA. Namun, alih-alih menyerah, sang penyintas penjara ini justru mencoba melawan dan melarikan diri dari kepungan.

​”Pelaku ini residivis yang tidak kapok. Karena melakukan perlawanan dan membahayakan petugas, kami terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, IPTU Anugerah S. Tarigan, dengan nada bicara yang lugas.

Menjarah Urat Nadi Ekonomi Desa

​Aksi IB tergolong nekat dan meresahkan. Ia tidak hanya menyasar kendaraan bermotor yang kuncinya tertinggal—sebuah keteledoran yang ia manfaatkan dengan cekatan—tetapi juga mengincar hewan ternak sapi. Bagi warga desa, sapi bukan sekadar aset, melainkan sumber penghidupan utama.

​Kepolisian mencatat jejak kriminal IB tersebar di beberapa titik mulai dari Desa Petapa, Mertasari, hingga Desa Tindaki. Modusnya terencana: membawa kabur motor, mempreteli aksesorinya untuk menghilangkan identitas kendaraan, lalu melenyapkannya ke jaringan pasar gelap. Total kerugian korban sejauh ini ditaksir mencapai Rp15 juta.

Memburu Jaringan Penadah

​Meski IB sudah meringkuk di balik sel Mapolres Parigi Moutong dengan kaki terbalut perban, operasi kepolisian belum usai. Polisi kini tengah melacak keberadaan barang bukti lain yang diduga telah dilempar ke luar daerah, termasuk hingga ke wilayah Kota Palu.

​Dua unit motor, Honda Genio dan Honda Beat Pop hitam, telah disita. Namun, perburuan terhadap unit Yamaha Mio Sporty dan Honda Beat karburator, serta sapi milik warga, terus dikebut. Polisi mensinyalir adanya keterlibatan pihak lain dalam menampung hasil jarahan sang residivis.

​”Kami tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi pelaku kejahatan yang merusak keamanan dan ekonomi warga. Kasus ini akan kami kembangkan hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu para penadah,” tegas IPTU Anugerah.

​Kini, IB harus bersiap kembali ke “rumah lamanya” di penjara dengan ancaman hukuman yang dipastikan lebih berat. Bagi para pelaku kriminal di Parigi Moutong, nasib IB adalah peringatan keras, Hukum tidak akan berkompromi dengan mereka yang terus-menerus mengusik ketenangan warga.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *