Pedang Keadilan Polres Parigi Moutong Tebas Rantai Narkoba di Toboli Barat

Fayruz
Penangkapan Pelaku Pengedar Narkoba oleh Aparat Polres Parigi Moutong di Toboli Barat - Foto : Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Kabut dini hari yang menyelimuti Desa Toboli Barat menjadi saksi bisu ketika garis takdir para perusak bangsa terhenti secara paksa. Di bawah langit Kecamatan Parigi Utara yang masih membisu, Satuan Reserse Narkoba Polres Parigi Moutong mengukir catatan emas dalam lembar perjuangan melawan racun putih yang kian mengancam nadi generasi.

​Operasi senyap yang digelar pada Rabu fajar itu bukan sekadar pencegatan biasa. Ia adalah puncak dari ketajaman insting dan kesabaran para penegak hukum yang telah mencium aroma busuk peredaran gelap narkotika sejak sepekan silam. Dua lelaki, BA yang telah memakan asam garam usia empat puluh delapan tahun serta AD yang masih muda belia, tak berkutik saat deru mesin motor mereka dibungkam oleh kepungan petugas.

​Ketangkasan tim yang dikomandoi IPDA Muhammad Adib Faqihan Yusuf, terbukti bukan isapan jempol belaka. Dalam penggeledahan yang teliti, tabir kepalsuan para pelaku tersingkap lebar. Sebelas paket kristal mematikan ditemukan tersembunyi di balik saku, sementara sisanya diselipkan dengan licin di balik kaca spion dan wadah telepon genggam. Delapan belas paket sabu dengan berat bruto dua puluh koma nol enam gram tersebut kini gagal meracuni nafas pemuda di Torue dan Parigi Tengah.

​Kasat Narkoba Polres Parigi Moutong IPTU Nicho Eliezer STRK MH, berdiri tegak menyuarakan maklumat perang yang tak kunjung padam. Beliau menegaskan bahwa tidak ada sejengkal tanah pun di wilayah hukumnya yang boleh dijadikan tempat persemaian bisnis haram. Menurutnya, siapa pun yang berani mencoba merobek masa depan generasi muda Parigi Moutong akan berhadapan dengan dinding hukum yang kokoh dan tak tergoyahkan.

​Langkah tegas ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang tergiur oleh keuntungan semu di atas penderitaan sesama. Kini, kedua tersangka harus mendekam di balik teruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan Undang Undang Narkotika dan KUHP terbaru. Di balik jeruji, mereka hanya bisa meratapi sisa umur yang terancam hilang sementara proses penyidikan terus berkembang demi memutus rantai pasokan hingga ke akar-akarnya.

​Perang ini belum berakhir, namun keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Polri tetap menjadi benteng terakhir yang menjaga cahaya masa depan agar tidak padam oleh pekatnya narkoba.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *