Cahaya Iman di Pesisir Kasimbar : Langkah Teduh Erwin Burase Merajut Sukma Parigi Moutong

Fayruz
Bupati Erwin Burase Serahkan Bantuan Kepada Warga Kasimbar, dalam Safari Ramadan yang Digelar Oleh Pemkab Parigi Moutong - Foto : Bag Prokopim Setda Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Manakala lembayung senja mulai memudar di ufuk Timur, riak-riak syahdu melantun dari kubah Masjid Ar-Rahman, Desa Kasimbar Induk. Di bawah naungan rembulan Ramadan 1447 Hijriah yang mulai membulat, langkah kaki sang pemimpin, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, hadir membawa kesejukan bagi jiwa-jiwa yang haus akan silaturahmi, Sabtu (7/3/2026).

​Safari Ramadan kali ini bukan sekadar perayaan ritual yang kering akan makna. Di hadapan ratusan pasang mata yang berkilauan oleh harapan, Erwin Burase berdiri tegak namun rendah hati, menyuarakan pesan-pesan persatuan yang menggetarkan sanubari. Baginya, setiap jengkal tanah di Kecamatan Kasimbar adalah saksi bisu betapa pembangunan daerah hanya akan menjadi menara gading jika tanpa sentuhan kebersamaan rakyatnya.

​”Safari ini adalah jembatan nurani antara pemerintah dan rakyat. Kami hadir bukan hanya untuk berdiri di atas panggung, melainkan untuk mendengar detak jantung aspirasi masyarakat di tengah keberkahan bulan suci,” ucap Erwin dengan nada bicara yang dalam dan penuh wibawa.

​Di bawah temaram lampu masjid yang khidmat, Sang Bupati mengibaratkan kemajuan Parigi Moutong sebagai sebuah simfoni. Pemerintah hanyalah konduktor, namun rakyatlah pemegang instrumen yang menentukan harmoni kemajuan. Tanpa ukhuwah Islamiyah yang kokoh dan semangat gotong royong yang membaja, derap pembangunan akan pincang kehilangan arah.

​Kehadiran jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur Forkopimca menambah kekentalan aura kebersamaan malam itu. Langit Kasimbar seolah menjadi saksi penyerahan bantuan sembako yang simbolis, sebuah isyarat nyata bahwa kepedulian sosial bukan sekadar retorika di atas kertas, melainkan wujud cinta kasih sang pemimpin kepada kaum duafa yang membutuhkan.

​Dalam tausiyah yang menggema, pesan persatuan terus didengungkan. Erwin menegaskan bahwa stabilitas sosial adalah fondasi utama bagi kemakmuran. Jika sinergi antara umara dan umat terjalin erat, maka kesejahteraan bukan lagi mimpi yang jauh di awang-awang, melainkan kenyataan yang akan segera menyentuh ambang pintu setiap rumah warga.

​Malam kian larut, namun kehangatan dialog antara warga dan pemimpinnya terus mengalir laksana air jernih yang membasuh dahaga. Melalui momentum suci ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bertekad memahat masa depan daerah yang religius dan berdaya saing, yang diikat oleh tali persaudaraan yang tak akan lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan.

FAYRUZ/

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *