PARIGI, EQUATORNEWS – Maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Parigi Moutong, yang dianggap menggangu sektor pertanian di daerah itu, membuat Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah Nelson Metubun, angkat bicara.
Nelson Metubun menilai, sektor pertanian akan sangat dirugikan dengan maraknya aktivitas PETI di di Kabupaten Parigi Moutong. Mengingat, Kabupaten Parigi Moutong merupakan sentra pertanian , dan dikenal sebagai lumbung beras Sulawesi Tengah. Bahkan kata dia , Parigi Moutong saat ini menjadi daerah tertinggi produksi pertaniannya.
“Jadi, karena adanya aktivitas yang tidak bertanggung jawab itu, otomatis akan mengganggu produksi ke depan,” ungkap Nelson Metubun, saat dihubungi wartan melalui ponselnya , Jum’at, 17 Januari 2025.
Nelson Metubun yang pernah menjabat Kadis Pertanian Kabupaten Parigi Moutong itu menuturkan , guna mencegah dampak yang lebih parah, Pemda Parigi Moutong, harus bertindak cepat, salah satunya duduk bersama dengan TNI dan Polri. Apalagi kata dia, telah terjalin kemitraan dengan TNI dan Polri untuk mempercepat tercapainya target program Swasembada Pangan, dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Teman-teman di sektor pertanian di Kabupaten Parigi Moutong, duduk bersama tangan dengan TNI, dan Polri, termasuk persoalan yang mengganggu proses produksi untuk mencapai Swasemada Pangan,” harapnya.
Ia menyebut, aktivitas PETI yang mengganggu sektor pertanian, telah menjadi pusat perhatian publik, dan telah menjadi bahan diskusi sejumlah pihak terkait. Nelson menyarankan petani, agar membuat laporan terkait dampak aktivitas pertambangan secara berjenjang, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten.
“Dampak aktivitas tambang tidak sesuai prosedur sangat membahayakan sektor pertanian, paling utama dirasakan oleh pertanian di hilir sungai, yang menjadi sumber mata air ataupun irigasi,” tandasnya.
Diketahui, para petani, hingga pemerintah kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong mulai resah dengan aktivias PETI yang berlangsung saat ini.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong, telah menerima laporan terkait aksi PETI di , yang berlokasi di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Tinombo Selatan, Ongka – Malino, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong. DLH Parigi Moutong menilai, kegiatan PETI itu, dapat mengganggu program ketahanan pangan nasional, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
FAYRUZ