KAYUBOKO, EQUATORNEWS – Dalam sebuah sore yang seharusnya menjanjikan aroma persaudaraan, justru berubah menjadi “perang tak bertepi” di lapangan hijau. Derbi Parigi Barat di Grup D Kades Kayuboko Cup 2025, yang Digelar di Lapangan Kaili Putra, Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (10/7), antara dua klub bertetangga kampung, Mandiri FC Jonokalora dan Lantibu Jaya FC, berakhir tragis bagi sang ” Kakak Kandung “, Lantibu Jaya, yang dihajar tanpa ampun 7–1.
Mandiri Jonokalora datang tak sekadar membawa bola, mereka membawa badai. Hanya butuh tiga menit bagi Rafli untuk membuka neraka di gawang Nabil, penjaga Lantibu Jaya yang sore itu seperti dibiarkan bertarung seorang diri. Bola muntah hasil sepakan penyerang Mandiri disambar Rafli tanpa kompromi—gol pembuka dari tujuh luka.
Tak berhenti di situ, Al Gani, sang predator lapangan, mencetak gol pada menit ke-23, disusul Alfin di menit ke-38, lalu kembali Gani di menit ke-40. Empat gol dalam babak pertama saja seolah menjadi pukulan bertubi-tubi yang tak memberi ruang bernapas.
Babak kedua menjadi mimpi buruk lanjutan. Al Gani melengkapi catatan emasnya dengan dua gol tambahan (57’ dan 62’), menjadikannya pencetak quatrick pada pertandingan itu. Di antara kehancuran, Mulyadin, pemain pengganti Lantibu, sempat menghadirkan secercah harapan dengan gol hiburan di menit ke-65. Namun senyum itu tak bertahan lama. Alfin kembali mengoyak jala Lantibu di menit-menit akhir, menutup duel dengan skor mencolok 7–1.
Wasit Aswin dari Kayuboko hanya mencabut dua kartu kuning, satu untuk masing-masing kubu—seakan berkata, ini bukan perang, ini pelajaran.
Dengan dua kekalahan beruntun—sebelumnya dibekap Bhayangkara FC 1–8—Lantibu Jaya resmi angkat koper dari panggung penyisihan. Namun, di balik kekalahan yang menyakitkan, terselip kebanggaan. Tim pelatih Lantibu berani mempertaruhkan masa depan dengan menurunkan pemain-pemain muda lokal. Sebuah keberanian yang patut diapresiasi dan menjadi harapan untuk masa depan sepak bola Parigi Barat.
Di antara puing kekalahan, benih masa depan tengah tumbuh diam-diam.
FAYRUZ