Duel Di Bawah Langit Bambalemo, Antara Kepak Sayap Garuda dan Nyala Bintang Muda

Fayruz
Duel antara Garuda Mitra Tolai (Hijau Melon) vs Bintang Muda Petapa (Merah,) pada Laga Group G Gubernur Berani Cup 2026 - Foto, EqutorNews

PARIGI, EQUATORNEWS – Langit Rabu sore (14/1/2026), di Lapangan Patriot Bambalemo menjadi saksi bisu sebuah teater hijau yang penuh peluh dan emosi. Di bawah panji Gubernur Berani Cup 2026, Garuda Mitra Tolai menahbiskan diri sebagai penguasa angkasa setelah menyudahi perlawanan gigih Bintang Muda Petapa dalam drama delapan gol yang berakhir dengan skor 5-3.

​Badai di Menit Awal

Laga baru seumur jagung ketika Muhammad Rifal, sang gelandang jangkar, melepaskan dentuman yang mengoyak jaring gawang di menit ke-2. Tak membiarkan lawan bernapas, sang bek kiri, Irwan, menggandakan duka Bintang Muda Petapa pada menit ke-10. Sebuah tendangan first-time nan puitis lahir setelah ia menyambut umpan tarik cut-back yang dikirimkan secara presisi oleh sang penyihir sayap, Amir.
​Pesta berlanjut di menit ke-35 saat Saddam memahat namanya di papan skor. Meski Rizki sempat memberi “napas buatan” bagi Bintang Muda Petapa sesaat sebelum jeda, babak pertama ditutup dengan dominasi mutlak kolaborasi pemuda Torue, Sausu, dan Tinombo Selatan ini dalam kedudukan 3-1.

​Drama, Luka, dan Keajaiban Solo Run

Memasuki paruh kedua, Bintang Muda Petapa mencoba merajut asa melalui sejumlah pergantian taktis. Namun, Amir kembali menunjukkan taringnya pada menit ke-41, memperlebar jarak sekaligus menegaskan kelasnya di sisi lapangan.
​Sepak bola selalu punya cara untuk menghadirkan ironi; sebuah upaya antisipasi umpan silang dari bek tengah Garuda, Fahri, justru berujung pilu ke gawang sendiri pada menit ke-48. Skor 4-2 sempat menyulut api perlawanan, namun Amir kembali memadamkannya dengan raihan brace di menit ke-69 setelah dominasi Garuda kian mencolok.
​Bintang Muda Petapa menolak untuk menyerah tanpa kehormatan. Rizki, sang ujung tombak, mempertontonkan sihir solo run yang memukau mata, melewati hadangan lawan dengan tarian kaki yang cantik sebelum mencetak gol keduanya di menit ke-78.

​Peluit Akhir dan Takdir

Hingga wasit Rehan meniup peluit panjang, kedudukan 5-3 tetap tak tergoyahkan. Garuda Mitra Tolai melangkah dengan kepala tegak, membawa kemenangan besar hasil dominasi yang dibangun sejak detik pertama. Sementara bagi Bintang Muda Petapa, kekalahan ini adalah sebuah elegi tentang perlawanan yang gagah berani meski takdir belum berpihak.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *