PARIGI, EQUATORNEWS – Tanah Patriot Bambalemo, Rabu (28/1/2006), menjadi saksi bisu saat dua kekuatan besar di Grup E saling mengunci langkah dalam sebuah drama yang menguras raga dan air mata.
Pertempuran antara RCNG Toboli Barat, melawan Alfath Family, bukan sekadar memburu angka di papan skor melainkan sebuah pembuktian harga diri yang berakhir tanpa pemenang namun penuh dengan kehormatan. Sejak peluit pertama melengking di udara senja itu atmosfer pertandingan langsung memanas dengan intensitas yang tidak menyisakan ruang bagi kesalahan sedikit pun.
Alfath Family membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi pemain pengganti Indra Jarod, yang berhasil merobek jala gawang pada menit kedua puluh sembilan sebelum akhirnya keriuhan itu diredam oleh Fajri usai turun minum. Memasuki babak kedua RCNG Toboli Barat sempat memimpin jalannya nasib melalui Mulhan yang melompat tinggi menembus awan untuk menyambut bola dengan sundulan kepala yang sangat bertenaga. Lapangan Patriot Bambalemo bergemuruh, seolah kemenangan sudah berada dalam genggaman erat tim dari Toboli Barat tersebut.
Namun kepastian nasib bagi Alfath Family, datang secara dramatis setelah seorang pemain bertahan lawan menyentuh bola di kotak terlarang dalam sebuah kemelut yang mencekam. Boaz yang maju sebagai algojo titik putih menjalankan tugasnya dengan ketenangan seorang ksatria sejati sehingga memastikan laga berakhir dengan angka kembar dua sama. Meski tidak ada yang tumbang hasil ini membawa Alfath Family melenggang sebagai juara grup sementara RCNG Toboli Barat membuntuti sebagai Runner Up yang siap meledak di babak gugur mendatang.
FAYRUZ










