Ketika Napoleon Dipanggil, Sepak Bola Poprov Parigi Moutong Menyusun Harapan

Fayruz
Efendi Batjo - Foto : Ist

PARIGI, EQUATORNEWS — Upaya membangun kejayaan sepak bola daerah kembali mengalir dari Ketua Askab PSSI Parigi Moutong, Efendi Batjo, yang belakangan intens melakukan lobi kepada pelatih terkemuka Sulawesi Tengah, Napoleon Luas, untuk menangani tim Parigi Moutong pada Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026 mendatang.

Efendi menuturkan bahwa komunikasi antara Askab Parigi Moutong dan Napoleon kian menguat, seiring tekad besar daerah ini menatap Poprov dengan target membawa pulang medali. Menurutnya, ambisi besar tersebut memerlukan sentuhan tangan yang teruji, dan nama Napoleon menjadi sosok yang dianggap paling tepat mengemban tugas itu.

Dengan keyakinan penuh, Efendi menyebut bahwa kehadiran Napoleon akan membawa nafas baru dalam pembinaan tim Poprov. Ia berharap proses negosiasi dapat dipastikan dalam waktu dekat.
Kami berharap secepatnya terjadi kesepakatan, harap Efendi Batjo kepada EquatorNews belum lama ini.

Napoleon Luas sendiri bukan nama asing dalam lanskap sepak bola Sulawesi Tengah. Sosok yang akrab disapa Coach Opo ini dikenal sebagai pelatih berlisensi tinggi, sekaligus tokoh penting dalam pembinaan sepak bola usia dini. Reputasinya semakin menanjak ketika dipercaya memimpin Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah periode 2024 sampai 2029.

Selain mengemban amanah sebagai Ketua APSSI Sulteng, Napoleon juga tercatat sebagai asisten pelatih PON Sulteng dan direktur pengembangan usia dini di lingkungan Asprov PSSI Sulteng. Melalui berbagai coaching clinic di sekolah sepak bola, ia turut menyalakan harapan pembinaan talenta muda yang terus bermunculan dari berbagai pelosok daerah.

Perjalanan panjang pria berlisensi A PSSI Diploma ini menjadikan namanya dihormati dalam gelanggang kepelatihan regional Sulawesi Tengah. Bagi Parigi Moutong, kehadiran Napoleon di kursi pelatih Poprov diyakini akan membuka cakrawala baru, bahwa medali bukan lagi sekadar mimpi, melainkan tujuan yang dapat digapai dengan perencanaan matang dan pelatih yang mengerti denyut nadi sepak bola daerah ini.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *