PARIGI, EQUATORNEWS – Rumput Stadion Patriot Bambalemo sore itu berubah menjadi papan tulis hijau bagi Dr Kasmudin Mustapa S.Pd M.Pd, dan anak asuhnya. Berlian Tomoli, sang penguasa Liga 4 Zona 1, tidak hanya datang untuk mencari poin, melainkan untuk memberikan demonstrasi nyata tentang bagaimana sepak bola berkelas dimainkan kepada kolektif muda SSB Tunas Inti Parigi. Dalam durasi 2×40 menit yang intens, sang jawara mendikte setiap jengkal lapangan, meninggalkan pelajaran berharga yang dibalut dalam kemenangan telak 5-2.
Babak Pertama: Sentakan Sang Maestro
Laga baru seumur jagung ketika Irfan melepaskan simfoni pertamanya. Di menit ke-3, ia memecah kesunyian Bambalemo dengan gol kilat yang meruntuhkan skema pertahanan lawan. Seolah ingin menunjukkan perbedaan kelas, Berlian Tomoli bermain dengan ketenangan seorang guru. Meski SSB Tunas Inti sempat mencoba mencuri panggung lewat gol balasan Rivaldo di menit ke-30 dengan eksekusi tendangan bebas comaik, sang jawara tak membiarkan momentum itu bertahan lama. Sebelum peluit babak pertama usai, Moh Syafii (26″) kembali membawa Berlian memimpin melalui sebuah sundulan mematikan, menegaskan bahwa kendali tetap berada di tangan yang benar.
Babak Kedua, Demonstrasi Kedigdayaan
Memasuki paruh kedua, intensitas “kuliah” dari Berlian Tomoli kian meningkat. Suldulannsang kapten Aldair, memperlebar jarak di menit ke-35, disusul oleh aksi Bayu Angreza pada menit ke-50 yang membuat pertahanan Tunas Inti kocar-kacir. Tunas Inti memang sempat memberikan perlawanan lewat gol Hendra di menit ke-42, namun itu hanyalah riak kecil di tengah gelombang pasang Berlian.
Pelajaran sore itu ditutup dengan sebuah noktah tegas dari titik putih. Muh Reza (71″) dengan dingin mengeksekusi penalti, mengunci skor menjadi 5-2 sekaligus mengakhiri perlawanan anak-anak asuhan Yasser Arafat Mardani dengan cara yang paling elegan.
Pesan dari Sang Jawara
Kemenangan di Grup B Gubernur Cup 2026 ini bukan sekadar soal angka di papan skor. Ini adalah pesan tentang kematangan taktik dan mentalitas juara. Di hadapan publik Bambalemo, Berlian Tomoli menunjukkan bahwa untuk menjadi yang terbaik, keberanian saja tidak cukup, dibutuhkan, stamina yang prima, ketenangan, disiplin, dan efisiensi yang mematikan. Sore itu, Tunas Inti Parigi pulang dengan membawa banyak catatan, sementara Berlian Tomoli melenggang dengan kepala tegak, semakin kokoh di singgasana mereka.
FAYRUZ










