PARIGI, EQUATORNEWS – Langit Bambalemo menjadi saksi bisu sebuah drama kolosal yang menguras air mata dan peluh. Di bawah naungan panji Gubernur Berani Cup 2026, Rabu sore (21/1), Salusudu FC berhasil mengukir kemenangan krusial 4-2 atas PERSITO Torue. Sebuah kemenangan yang tidak hanya mengamankan poin, namun juga menjadi lonceng kematian bagi ambisi Persito di turnamen tahun ini.
Simfoni Serangan di Babak Pertama
Sejak peluit pertama melengking, aroma persaingan tajam langsung menusuk indra. Persito Torue, yang mengusung misi penebusan dosa pasca kekalahan telak di laga perdana, tampil bak singa yang terluka. Ujung tombak mereka, Muhammad Rifai Moro, berulang kali menerjang pertahanan lawan, namun dewi fortuna seolah masih enggan mendekat.
Petaka bagi Persito bermula di menit ke-21. Memanfaatkan bola muntah yang terlepas dari dekapan penjaga gawang, Pratama menyambar si kulit bundar dengan dingin; 1-0 untuk Salusudu. Tak butuh waktu lama bagi publik Olaya untuk kembali bersorak. Menit ke-23, I Komang Mertayasa melepaskan tendangan setengah voli first-time yang merobek jala gawang lawan dengan estetika yang memukau. Skor 2-0 bertahan hingga jeda, menyisakan keraguan di wajah para punggawa Torue.
Kebangkitan Singkat dan Luka yang Mendalam
Memasuki paruh kedua, Persito Torue menolak untuk menyerah pada takdir. Semangat pantang menyerah mereka membuahkan hasil instan. Rifai Moro akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-43, disusul tandukan bertenaga sang centerback, Muhammad Wahid, di menit ke-47. Kedudukan imbang 2-2 membuat tribun Patriot bergetar; asa itu sempat menyala kembali.
Namun, takdir memiliki rencana lain. Menit ke-66 menjadi titik nadir bagi Persito. Beta Putra Sitomorang, sang dirigen lapangan tengah, melepaskan banana shoot legendaris dari titik bebas. Bola melengkung tajam, menghujam deras ke pojok gawang seolah menantang hukum alam. Gol indah tersebut meruntuhkan mentalitas Torue. I Komang Mertayasa kemudian melengkapi penderitaan lawan dengan gol keduanya (brace) di menit ke-80, menutup laga dengan skor akhir 4-2.
Antara Perpisahan dan Takhta Juara
Peluit panjang berbunyi, menandai akhir perjalanan Persito Torue yang harus angkat koper lebih awal. Meski tersingkir, apresiasi patut diberikan kepada dedikasi Pemdes Torue yang terus konsisten menghidupkan gairah sepak bola dalam dua tahun terakhir.
Di sisi lain, kemenangan ini membawa Salusudu FC melangkah ke gerbang ujian yang lebih besar. Mereka kini menatap laga hidup-mati memperebutkan takhta juara Grup F melawan sang raksasa Parigi, ISBA Binangga. Di Bambalemo, sejarah baru sedang dituliskan dengan tinta keringat dan tekad juara.
FAYRUZ










