Ragam  

Jejak Langkah Sang Jenderal di Tanah Khatulistiwa: Menempa Benteng Pertahanan di Jantung Parigi Moutong

Fayruz
Pangdam Kodam XXIII Palaka Wira, Mayjen Jonathan Sianipar, saat Mengunjungi Parigi Moutong - Foto : Ist

PARIGI, EQUATORNEWS – Mentari tepat berada di ubun-ubun saat derap langkah Mayor Jenderal TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar menginjakkan kaki di hamparan tanah Parigi Moutong. Rabu, 18 Februari 2026, menjadi saksi bisu sebuah ikhtiar besar tatkala Pangdam XXIII/Palaka Wira tersebut menyambangi wilayah yang membentang di pesisir Teluk Tomini demi sebuah visi pertahanan yang luhur.

​Kehadiran sang jenderal bukan sekadar seremonial belaka. Ia datang membawa amanah untuk meninjau petak-petak tanah hibah, sebuah kado dari rakyat yang nantinya akan disulap menjadi mercusuar keamanan. Di atas lahan itulah, kelak akan berdiri tegak Kantor Detasemen Polisi Militer, Markas Komando Resor Militer, serta barak-barak prajurit yang menjadi rumah bagi para penjaga kedaulatan.

​Dalam perjalanan menapaki calon lokasi pembangunan tersebut, Pangdam Binsar tidak melangkah sendirian. Ia didampingi oleh barisan pemimpin daerah yang menunjukkan kemanunggalan antara militer dan sipil. Nampak Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, berjalan beriringan bersama Wakil Bupati Abdul Sahid serta Ketua DPRD Alfres M Tonggiro. Ketiganya menjadi representasi dukungan penuh rakyat Parigi Moutong terhadap rencana besar ini.

​”Sudah lima bulan jemari saya menyentuh pengabdian di Sulawesi Tengah, dan hari ini takdir membawa saya bersua dengan pimpinan serta masyarakat di sini,” ungkap Pangdam Binsar dengan nada bicara yang berwibawa namun penuh kehangatan sebelum ia melangkah meninjau lokasi di sekitar lingkungan Kantor Bupati Parigi Moutong.

​Dalam sebuah dialog yang sarat akan makna, terungkap bahwa Parigi Moutong memiliki posisi krusial dalam peta kekuatan militer. Keputusan memindahkan pusat komando resor militer ke daerah ini bukanlah tanpa alasan. Mengingat Kodam telah bertahta di Kota Palu, aturan militer menghendaki adanya pemisahan jarak agar jangkauan perlindungan semakin meluas dan tidak menumpuk di satu titik saja.

​Harapan besar pun diletakkan di atas pundak wilayah ini. Erwin Burase bersama jajaran pemerintah daerah menyambut rencana tersebut dengan tangan terbuka, menyodorkan hamparan bumi sebagai wujud sinergi yang nyata. Pangdam Binsar membocorkan sebuah kabar penting bahwa dalam hitungan dua hingga tiga bulan ke depan, derap langkah pasukan tambahan akan mulai mewarnai suasana di wilayah ini, menandai dimulainya babak baru penguatan teritorial.

​Titik-titik pembangunan telah dipetakan dengan saksama. Cahaya pembangunan akan mulai berpendar dari jalur dua Desa Bambaloemo di Kecamatan Parigi untuk Kantor Denpom. Sementara itu, denyut kehidupan prajurit akan berpusat di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, dan kemegahan Kantor Korem direncanakan berdiri anggun di atas lahan eks Sail Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah.

​Kunjungan ini tidak sekadar menyoal struktur beton dan besi. Di balik rencana pembangunan tersebut, terselip doa dan harapan agar sinergi antara TNI dan pemerintah daerah kian mengakar kuat. Pembangunan ini adalah janji untuk menjaga stabilitas keamanan, memastikan rakyat Parigi Moutong dapat tidur dengan lelap di bawah naungan perlindungan yang kokoh, sekaligus menjadi pemicu roda pembangunan yang lebih melaju pesat.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *