MEPANGA , EQUATORNEWS – Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur saat ratusan pasang kaki mulai memadati halaman Madrasah Aliyah Negeri 2 Parigi.
Udara dingin yang menyelimuti Kecamatan Mepanga seolah sirna oleh hangatnya semangat persaudaraan yang terpancar dari wajah para warga dan abdi negara. Di bawah naungan langit pagi yang cerah, masyarakat dari Mepanga dan Ongka Malino berkumpul menjadi satu dalam sebuah peristiwa yang lebih dari sekadar gerak badan, yakni Jalan Santai Kerukunan dalam rangka merayakan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama kedelapan puluh.
Langkah kaki pertama dilepas dengan khidmat oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Asmadi yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong. Di sampingnya berdiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong Asat Latopada yang menatap bangga ke arah massa yang mulai bergerak bak aliran sungai yang tenang namun bertenaga. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pemerintah dan agama senantiasa berjalan beriringan demi kesejahteraan batiniah rakyatnya.
Dalam sambutannya yang menggugah sanubari, Asat Latopada menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian syukur atas bertambahnya usia Kementerian Agama. Ia berpesan bahwa setiap langkah kaki di jalanan Desa Sumber Agung hingga Kayu Agung adalah ikhtiar untuk menyehatkan raga sekaligus membasuh jiwa. Jalan santai ini bukan sekadar mengejar keringat, melainkan merilekskan seluruh organ tubuh sambil merajut silaturahmi yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan duniawi.
Tema besar yang diusung tahun ini, Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju, menjadi ruh dalam setiap ayunan langkah peserta. Asat Latopada menegaskan bahwa kerukunan sejati bukanlah ketiadaan konflik semata, melainkan energi besar yang lahir dari perajutan perbedaan identitas dan keyakinan. Di atas aspal jalanan Kecamatan Mepanga, perbedaan latar belakang sosial melebur menjadi kekuatan kolaboratif yang menggerakkan roda kemajuan bangsa menuju masa depan yang lebih benderang.
Apresiasi tinggi juga mengalir dari lisan Asmadi yang mewakili pimpinan daerah Parigi Moutong. Ia memandang bahwa inisiatif ini membawa manfaat luar biasa bagi masyarakat, terutama dalam memupuk rasa memiliki terhadap daerah dan negara. Kehadiran para tokoh mulai dari Camat Mepanga hingga Ketua MUI Parigi Moutong menambah bobot kesakralan acara ini sebagai wujud nyata umat yang moderat dan penuh toleransi.
Kegembiraan memuncak ketika perjalanan berakhir kembali di titik awal. Sebagai bentuk syukur atas kebersamaan yang terjalin, panitia membagikan berbagai hadiah menarik yang disambut dengan gelak tawa dan suka cita. Di hari itu, masyarakat Parigi Moutong tidak hanya pulang membawa kesehatan, tetapi juga membawa pulang semangat kerukunan yang akan terus mereka jaga sebagai warisan abadi bagi generasi mendatang.
FAYRUZ /*










