Ragam  

Polres Parigi Moutong Meneguhkan Ikrar Pengabdian di Bawah Cahaya Pagi

Fayruz
KOMPOL Henry Burhanuddin - Foto : Ist

PARIGI, EQUATORNEWS – , Rabu pagi yang bening. Jarum jam menunjuk pukul tujuh lewat sedikit ketika barisan berseragam cokelat itu berdiri tegap di Lapangan Upacara Polres Parigi Moutong.

Mentari baru saja merangkak naik, menyiramkan cahaya ke wajah-wajah yang menyimpan satu tekad yang sama, menjaga marwah tugas dan kehormatan pengabdian.

Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional Tahun 2026 kembali digelar dengan khidmat. Di hadapan seluruh peserta, Wakapolres Parigi Moutong, KOMPOL Henry Burhanuddin, melangkah maju sebagai Inspektur Upacara. Suaranya mantap, sikapnya tegas, seolah menjadi cerminan dari disiplin yang hendak diteguhkan pagi itu.

Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar rutinitas bulanan. Ia adalah ruang sunyi untuk bercermin, menakar kembali kesetiaan pada bangsa, menimbang ulang kesungguhan dalam menjalankan amanah negara. Di tengah kibaran Merah Putih, setiap personel diajak menundukkan kepala sejenak, lalu mengangkatnya kembali dengan komitmen yang lebih kokoh.

Dalam amanatnya, KOMPOL Henry Burhanuddin mengingatkan bahwa tugas kepolisian bukan hanya perkara kewenangan, melainkan juga keteladanan. Setiap personel, ujarnya, wajib berpegang teguh pada aturan kerja, menjauhi pelanggaran hukum, dan melaksanakan kebijakan pimpinan dengan penuh tanggung jawab. Loyalitas dan disiplin bukan sekadar slogan, melainkan napas yang harus hidup dalam setiap langkah pengabdian.

Ia menegaskan bahwa anggota Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pemecah persoalan dan pelita di tengah masyarakat. Profesionalisme, menurutnya, tidak berhenti pada keberhasilan operasi atau capaian angka statistik.

Profesionalisme lahir dari sikap, dari integritas yang tercermin dalam keseharian, dari kejujuran yang tak tergoyahkan oleh godaan zaman.

Tantangan ke depan, katanya lagi, tidaklah sederhana. Dinamika sosial bergerak cepat, teknologi berkembang tanpa jeda, sementara harapan publik terhadap pelayanan semakin tinggi. Semua itu menuntut kesiapan mental, kecakapan, dan soliditas yang tidak boleh rapuh. Kewaspadaan harus ditingkatkan, kemampuan harus diasah, kebersamaan harus diperkuat.

Dengan semangat Presisi yang terus digaungkan, prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, Polres Parigi Moutong diharapkan menjadi contoh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Parigi Moutong. Keamanan dan ketertiban bukan sekadar tugas struktural, melainkan janji moral yang harus dijaga.

Upacara pagi itu berakhir, namun pesannya tinggal lama di dada. Di tengah perubahan zaman yang kerap mengguncang nilai, disiplin, loyalitas, dan integritas tetap menjadi fondasi. Dari lapangan sederhana di Parigi Moutong, tekad itu kembali diteguhkan. Bahwa pengabdian yang tulus adalah cahaya yang tak boleh padam.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *