Sosial  

Menjemput Berkah di Ufuk Ampibabo : Kala Erwin Burase Membasuh Dahaga Rakyat dengan Keadilan

Fayruz
Bupati Erwin Burase Bantu Sembako untuk Warga Desa Ogologus Kecamatan Ampibabo - Foto : EquatorNews

​PARIG, EQUATORNEWS — Di bawah langit Ogolugus yang mulai merona jingga, sebuah narasi kepedulian terukir di sela riuh rendah doa menjelang berbuka.

Selasa (24/2/2026), bukan sekadar urusan seremonial belaka saat Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melangkahkan kaki di bumi Ampibabo. Di samping Wakil Bupati Abdul Sahid, sang pemimpin hadir membawa misi suci: memastikan dapur rakyat tetap mengepul di tengah badai harga yang mencoba mengusik kekhusyukan Ramadan.

​Langkah kaki sang Bupati adalah sebuah jawaban atas keresahan. Sebanyak 100 paket sembako disalurkan, menjadi oase bagi warga kurang mampu di Kecamatan Ampibabo dan Siniu. Namun, bantuan itu hanyalah riak kecil dari gelombang kebijakan yang lebih besar. Di balik senyum hangatnya, tersimpan ketegasan seorang nakhoda yang tak rela rakyatnya tercekik oleh permainan pasar.

​Pedang Keadilan bagi Spekulan Elpiji

​Ramadan tahun ini menjadi ujian bagi keteguhan pemerintah daerah. Di saat sebagian besar bahan pokok masih menari dalam harmoni harga yang wajar, sebuah anomali memilukan menyeruak dari pelosok Moutong.

Tabung gas melon yang seharusnya menjadi hak kaum papa, dilaporkan melambung hingga angka delasa puluh ribu rupiah, sebuah pengkhianatan nyata terhadap Harga Eceran Tertinggi yang dipatok di angka dua puluh delapan ribu rupiah.

​Mendengar jeritan dari ufuk utara itu, Erwin Burase tidak tinggal diam. Ia menghunus pedang regulasi dengan membentuk Satuan Tugas Pengawasan LPG.

​”Kami ingin memastikan masyarakat tetap tenang menjalani Ramadan. Pemerintah hadir menjaga harga tetap wajar dan bantuan sosial tepat sasaran,” tutur Erwin dengan nada yang berwibawa namun penuh empati.

​Bagi pangkalan yang bermain api dengan nasib rakyat, ancamannya nyata: izin usaha akan dicabut tanpa ampun. Baginya, subsidi adalah amanah, dan mereka yang mengkhianatinya adalah musuh kesejahteraan.

​Merajut Asa Sebelum Idulfitri

​Tak hanya soal pengawasan, sebuah ikhtiar besar sedang digarap di meja-meja birokrasi.

Pembenahan data penerima manfaat kini menjadi prioritas utama. Erwin Burase bertekad menyapu bersih ketidaktepatan sasaran yang sempat melukai rasa keadilan pada masa lalu.

​Targetnya ambisius namun penuh harapan: empat puluh ribu tabung gas subsidi akan dibagikan secara cuma-cuma kepada mereka yang benar-benar berhak sebelum takbir kemenangan bergema. Pendataan ini diharapkan rampung sebelum Idulfitri, menjadi kado manis bagi keluarga yang selama ini terpinggirkan.

​Safari Ramadan kali ini pun beralih rupa. Bukan lagi sekadar ajang silaturahmi formal, melainkan jembatan bagi kebijakan sosial berbasis wilayah yang akan menjangkau seluruh pelosok kecamatan. Di tangan Erwin Burase, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan momentum untuk memulihkan martaba dan daya beli rakyatnya.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *