PARIGI, EQUATORNEWS – Lapangan Patriot Bambalemo menjadi saksi pertemuan dua jalan takdir, Rabu (4/2/2026). Kaili Putra Kayuboko, sang Dream Team, berhadapan dengan Khatulistiwa Lemusa, Kuda Hitam yang datang tanpa gemuruh namun membawa keberanian.
Sejak peluit awal, anak asuh Coach Aba M Nur tampil disiplin dengan pressing ketat yang membuat permainan Kaili Putra Kayuboko, besutan Coach Yayan, kesulitan berkembang di babak pertama. Alur serangan Dream Team kerap terputus di lini tengah, sementara Khatulistiwa Lemusa bermain rapat dan sabar menunggu celah.
Situasi semakin menantang bagi Kaili Putra Kayuboko ketika salah satu pemain andalan mereka, Sultan Anas, tidak tampil maksimal akibat cedera bahu. Kehadirannya tetap memberi pengaruh, namun pergerakannya terlihat terbatas.
Tekanan itu berbuah keunggulan bagi Khatulistiwa Lemusa. Pada menit ke-31, Mizan sukses mengeksekusi penalti dan membawa Kuda Hitam memimpin lebih dahulu.
Dengan durasi pertandingan dua kali 40 menit, Kaili Putra Kayuboko perlahan bangkit di babak kedua. Intensitas permainan meningkat, tempo dipercepat, dan tekanan mulai diarahkan ke pertahanan Lemusa. Usaha tersebut akhirnya terbayar pada menit ke-42, ketika Uci M Rifki mencetak gol penyama kedudukan, menghidupkan kembali asa Dream Team dan mengubah atmosfer stadion.
Skor 1–1 bertahan hingga waktu normal usai. Tak ada pemenang di rumput hijau. Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti, sebuah ruang sunyi tempat keberanian diuji tanpa kompromi.
Dalam drama titik putih, Kaili Putra Kayuboko tampil lebih tenang. Uci, Irfan Soyo, Ruliawan, dan Teguh menunaikan tugas dengan sempurna, sementara Junaid gagal mencetak gol. Di kubu Khatulistiwa Lemusa, Raifan dan Redi berhasil, namun Rio dan Arlan tak mampu menembus penjaga gawang. Agus tidak lagi mendapat kesempatan menendang karena pertandingan lebih dulu berakhir.
Momen paling menegangkan terjadi saat penjaga gawang Kaili Putra Kayuboko, Darwis, mengalami cedera bahu cukup parah setelah terbentur keras ke tanah ketika menepis tendangan penalti pemain Khatulistiwa Lemusa. Insiden itu terjadi ketika adu penalti hanya menyisakan satu jatah penendang, yakni untuk Kaili Putra Kayuboko. Kondisi tersebut membuat suasana hening seketika, sebelum akhirnya kemenangan dipastikan.
Adu penalti ditutup dengan skor 4–2 untuk Kaili Putra Kayuboko.
Kemenangan ini mengantarkan Dream Team melaju ke fase berikutnya, sementara Khatulistiwa Lemusa mengakhiri perjalanan mereka dengan kepala tegak. Meski tersingkir, Kuda Hitam telah menunjukkan perlawanan bermartabat, membuktikan bahwa mereka pantas diperhitungkan.
Doa dan simpati mengalir untuk Darwis.
Seluruh penonton, panitia, dan warga Parigi menyampaikan harapan terbaik agar sang penjaga gawang segera pulih.
Sepak bola kembali memperlihatkan wajah aslinya. Bukan hanya tentang skor, tetapi tentang keteguhan di bawah tekanan, tentang strategi yang saling meniadakan, dan tentang bagaimana satu penyelamatan bisa mengubah arah perjalanan.
Di Bambalemo, sore itu, keberanian menemukan jalannya sendiri.
FAYRUZ










