“Dari Titik Putih hingga Injury Time, Alfath Family Mengunci Tiket Semifinal”

Fayruz
Duel 8 Besar Gubernur Berani Cup 2026, antara Alfath Family (Biru) vs Patriot Bambalemo (Hijau Melon)- Foto : EquatorNews

PARIGI, EQUATORNEWS— Sore di Lapangan Patriot Bambalemo menjadi panggung bagi sebuah pertarungan yang sarat tensi dan strategi. Derbi panas Kota Parigi mempertemukan Alfath Family kontra Patriot Bambalemo FC dalam partai perempat final Gubernur Berani Cup 2026, Rabu (11/2), kick off pukul 15.45 WITA.

Peluit awal menandai bukan sekadar laga, melainkan pertaruhan harga diri.
Alfath Family, tim yang bermarkas di Kelurahan Masigi, tampil disiplin sejak menit pertama. Keunggulan lebih dulu lahir lewat Rul Boy yang sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-16. Gol tersebut menjadi pembuka jalan bagi dominasi permainan yang penuh kesabaran.

Patriot Bambalemo mencoba bangkit dengan tekanan bertubi-tubi. Namun rapatnya lini tengah Alfath membuat setiap peluang lawan kerap kandas sebelum tiba di kotak penalti.

Memasuki akhir babak kedua, Alfath Family melakukan perubahan penting. Formasi 4-1-2-3 ditarik menjadi 4-4-2 diamond, dengan memasukkan lebih banyak gelandang untuk mengunci ruang gerak lawan. Pergeseran taktik itu terbukti efektif: tempo pertandingan berhasil dikendalikan, aliran bola Patriot terputus, dan permainan berubah menjadi adu kesabaran.

Ketika laga seolah akan berakhir dengan skor tipis, Alfath justru menemukan momentumnya.
Di masa injury time, sebuah serangan balik cepat dilepaskan. Bola mengalir dari tengah lapangan, membelah pertahanan Patriot, sebelum akhirnya diselesaikan dengan dingin oleh Indra Jarod, pemain Alfath asal Desa Dongguli, Kecamatan Kasimbar. Eksekusi sempurna itu mengunci kemenangan menjadi 2–0.

Peluit panjang pun berbunyi.

Patriot Bambalemo telah memberi perlawanan hingga detik terakhir, namun sore itu berpihak pada Alfath Family.
Kemenangan ini bukan hanya angka di papan skor. Ini adalah satu tiket semifinal yang kini resmi digenggam Alfath Family, hasil dari disiplin, keberanian membaca permainan, dan ketepatan mengeksekusi peluang.

Di Bambalemo, sepak bola kembali membuktikan satu hal,
menang lahir dari strategi, kalah tinggal sebagai cerita di rumput lapangan.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *