Main Satu Hari, Cetak Empat Gol di Dua Klub Berbeda
PARIGI, EQUATORNEWS — Minggu pagi, 15 Februari 2026, Lapangan Patriot Bambalemo menjadi saksi lahirnya sebuah kisah tentang daya tahan, kecerdasan membaca permainan, dan keberanian mengambil momen.
Nama itu adalah Ariel Sandi.
Sebagai libero sekaligus kapten Berlian Tomoli, Ariel tampil tenang di laga semifinal Liga 4 Zona Parigi Moutong. Ia bukan hanya memimpin dari belakang, tetapi juga maju ketika tim membutuhkannya.
Dua gol penentu lahir dari kakinya, cukup untuk mengantar Berlian Tomoli melangkah ke partai final.
Pagi itu, ia menuntaskan tugas pertama.
Namun cerita belum selesai.
Sore harinya, di hari yang sama, Ariel kembali turun ke lapangan. Kali ini berseragam Kaili Putra Kayuboko dalam perebutan juara tiga Gubernur Berani Cup 2026 menghadapi OI Terminal Toboli.
Dua sundulan bersih kembali tercipta. Dua gol lagi. Semua lewat kepala. Semua lahir dari timing yang presisi dan insting seorang bek yang tahu kapan harus berubah menjadi penyerang dadakan.
Total hari itu: empat gol, dua pertandingan, dua klub berbeda.
Di lini belakang, Ariel bermain dengan ketenangan dan disiplin taktis. Cara ia membaca arah bola, menutup ruang, lalu tiba-tiba muncul di kotak lawan, sekilas mengingatkan pada sosok Cristian Romero, palang pintu tangguh Tottenham Hotspur asal Argentina, bek yang dikenal agresif, cerdas, dan berani mengambil risiko saat momen tiba.
Jejak Ariel di sepak bola daerah bukan cerita semalam. Ia pernah memperkuat Persipar Parigi pada ajang Liga 3 Indonesia musim 2019 hingga 2021. Di sanalah fondasi mental dan kedewasaannya sebagai pemain bertahan ditempa.
Lebih dari itu, Ariel juga berjalan di jalur yang pernah dilalui ayahnya, Sabarudidin, centerback tangguh Persipar Parigi di masanya, sosok yang dikenal disiplin, keras menjaga area sendiri, dan menjadi panutan di lini belakang. Kini, estafet itu berlanjut pada sang anak.
Bagi banyak penonton, Ariel Sandi bukan sekadar pemain bertahan. Ia adalah pemimpin yang hadir ketika tekanan memuncak, pekerja senyap yang tahu caranya mengubah arah pertandingan.
Satu hari. Empat gol. Dua seragam.
Dan satu pertanyaan yang kini bergema di tribun Bambalemo: Ariel Sandi, siapa sebenarnya komiu?
FAYRUZ










