​”Luka Babak Pertama yang Menjelma Auman di Babak Kedua, Harimau Baliara Mencengkram Tiket Semifinal”

Fayruz
Harimau Baliara (Kuning) Lolos ke Semifinal Usai Kalahkan Gepenmas (Hitam)- Foto : EquatorNews

PARIGI, EQUATORNEWS — Ada saat-saat di mana sepak bola berhenti menjadi sekadar permainan dan berubah menjadi sebuah epik tentang ketabahan manusia.

Jumat sore, 2 Januari 2026, di rumput Lapangan Harimau Baliara , dalam babak ketiga Bupati Cup Liga 4 Indonesia 2025–2026, ratusan pasang mata penonton menjadi saksi bagaimana Harimau Baliara mencabik keraguan, menjemput asa yang nyaris pupus, dan membalikkan takdir di hadapan GEPENMAS Masigi.

​Senjakala di Babak Pertama

​Laga baru seumur jagung ketika sunyi mencekam pendukung tuan rumah. GEPENMAS Masigi, yang tampil dengan eksperimen taktik berani dengan perubahan formasi pemain di barisan belakang , langsung menghentak. Abdi, sang predator kotak penalti, membuktikan tajinya pada menit ke-9 melalui sontekan dingin yang menggetarkan jala gawang. Gol tersebut tidak hanya membawa timnya unggul, tetapi juga menahbiskan namanya di puncak takhta pencetak gol terbanyak, bersanding dengan Muhammad Rifal dari Berlian Tomoli, dengan koleksi 10 gol.
​Belum sempat Harimau Baliara menata napas, Farid melepaskan belati melalui serangan sayap yang presisi pada menit ke-11. Skor 0–2 terpampang di papan skor—sebuah angka yang terasa seperti vonis mati bagi sebagian orang. Hingga peluit jeda dibunyikan oleh wasit Gaston, Harimau Baliara tampak seperti pemangsa yang kehilangan taringnya.

​Zidan: Sang Mesias dari Bangku Cadangan

​Namun, sepak bola selalu menyisakan ruang bagi keajaiban. Di babak kedua, sang juru taktik Harimau Baliara, Azis Doang, memasukkan Mochammad Zidan. Inilah pergantian pemain yang akan dicatat dalam sejarah turnamen sebagai sebuah langkah jenius.

​Harapan mulai merekah saat Faturahman dijatuhkan secara kasar oleh Andi Parawansyah di area terlarang. Muhammad Rizki, dengan ketenangan seorang algojo, menaklukkan kiper lawan melalui titik putih. Momentum berpindah. Stadion bergemuruh, berubah menjadi lautan energi yang mendorong sang Harimau untuk terus menerjang.
​Puncaknya terjadi pada menit ke-59. Mochammad Zidan, yang bergerak bagai bayangan, memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk menyamakan kedudukan. Sejak saat itu, aroma kemenangan tak lagi milik GEPENMAS.

​Klimaks di Menit-Menit Krusial

​Semangat juang yang meluap membawa Harimau Baliara berbalik memimpin pada menit ke-72 melalui kaki Faturahman, buah dari visi bermain Zidan yang brilian.

GEPENMAS, yang mencoba bertahan dengan formasi baru di lini belakang, mulai rontok di bawah tekanan mental yang masif.
​Mochammad Zidan akhirnya menyempurnakan drama ini pada menit ke-82. Lolos dari jebakan offside bak hantu di siang bolong, ia menceploskan bola terakhir yang mengunci kemenangan 4–2. Skor ini bukan sekadar angka; ini adalah pernyataan perang.

​Menuju Takhta Semifinal

​Dengan kemenangan heroik ini, Harimau Baliara telah memesan tempat di babak semifinal. Namun, ujian sesungguhnya telah menanti. Pada Minggu, 4 Januari 2026, mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan raksasa Berlian Tomoli.

​Dunia sepak bola Parigi kini menanti: apakah sang Harimau akan terus mengaum hingga puncak, ataukah Berlian Tomoli yang akan memadamkan api semangat mereka? Satu yang pasti, kemenangan atas GEPENMAS telah membuktikan bahwa bagi Harimau Baliara, menyerah bukanlah sebuah pilihan.

Statistik Pertandingan:
​Skor Akhir: Harimau Baliara 4–2 GEPENMAS Masigi
​Pencetak Gol: * (GEPENMAS) Abdi 9′, Farid 11′
​(Harimau Baliara) M. Rizki (P), M. Zidan 59′ 82′, Faturahman 72′
​Man of the Match: Muchammad Zidan (Harimau Baliara)

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *