PARIGI, EQUATORNEWS — Senja di lapangan Patriot Bambalemo menjadi saksi sebuah pertandingan yang tak sekadar menyajikan skor, tetapi juga menghadirkan kisah tentang keberanian, ketegangan, dan keteguhan hati.
Pada fase knock out Gubernur Cup Berani 2026, Patriot Bambalemo FC menundukkan Garuda Mitra Tolai dengan skor tipis 2–1, dalam laga yang berjalan keras namun tetap berada dalam koridor sportivitas.
Babak pertama ditutup dengan kedudukan imbang 1–1. Kedua kesebelasan saling membalas tekanan. Patriot Bambalemo membuka keunggulan lebih dulu melalui Franz Sinatra pada menit ke-2, namun Garuda Mitra Tolai segera merespons lewat gol penalti Rehan pada menit ke-4. Dua gol cepat itu membuat tempo pertandingan meninggi sejak awal.
Memasuki babak kedua, permainan berubah menjadi adu kesabaran. Garis pertahanan diperketat, lini tengah dipadati duel, sementara peluang hadir silih berganti tanpa hasil.
Hingga akhirnya menit ke-59 menghadirkan momen penentu.
Rifki “Beke” berdiri di titik putih. Dalam hening yang menekan dada, ia melangkah, menatap gawang, lalu melepaskan sepakan yang tak mampu dibendung penjaga gawang Garuda Mitra Tolai. Gol penalti itu menjadi pembeda, sekaligus menorehkan garis akhir bagi perjuangan kedua tim.
Garuda Mitra Tolai mencoba bangkit di sisa waktu pertandingan. Serangan demi serangan dilancarkan, namun rapatnya barisan Patriot Bambalemo membuat setiap peluang pupus sebelum mencapai sasaran.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor 2–1 bertahan hingga akhir, mengantarkan Patriot Bambalemo FC melangkah ke babak berikutnya.
Pertandingan ini bukan hanya tentang kemenangan, melainkan potret sepakbola daerah yang hidup melalui kerja keras, disiplin, dan keberanian. Di atas rumput yang berdebu, dua kesebelasan telah menunaikan tugasnya. Penonton berdiri memberi hormat, sementara cerita Gubernur Cup Berani kembali menambah satu bab penting dalam
perjalanan turnamen.
FAYRUZ










