Keanggunan Tiki Taka OI Terminal Meruntuhkan Tembok Kokoh Tajio FC

Fayruz
Tajio FC (Putih) vs OI Terminal pada Laga Group A Gubernur Berani Cup 2026 - Foto : EquatorNews

​PARIGI, EQUATORNEWS – Rumput hijau Lapangan Patriot Bambalemo menjadi saksi bisu ketika ambisi dan keringat menyatu dalam harmoni sepak bola yang memikat pada Kamis 8 Januari 2026. Dalam laga yang menentukan takhta Grup A Gubernur BERANI CUP 2026, OI Terminal Toboli berhasil menumbangkan perlawanan gigih Tajio FC Toribulu dengan keunggulan dua gol tanpa balas. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai pemuncak klasemen dalam sebuah pertarungan yang menyuguhkan estetika olah bola tingkat tinggi.

​Laga baru berjalan dua puluh sembilan menit saat keajaiban lahir dari kaki Rian. Memanfaatkan skema sepak pojok mendatar yang cerdik, Rian melepaskan sontekan tumit atau backheel yang begitu dingin. Bola bergulir melewati celah pertahanan dan mengecoh penjaga gawang Tajio FC, menciptakan sebuah gol indah yang membungkam keraguan. Keunggulan satu bola tersebut bertahan hingga waktu normal hampir usai, sebelum akhirnya Rian kembali mencatatkan namanya di papan skor pada masa tambahan waktu menit ke delapan puluh satu. Memanfaatkan bola muntah di kemelut depan gawang, ia menyambar si kulit bundar dengan penyelesaian akhir yang mematikan.

​Sepanjang pertandingan, kedua kesebelasan memperagakan tarian taktik yang memanjakan mata. Kombinasi umpan pendek dari kaki ke kaki dipadukan dengan umpan panjang yang presisi menjadi hidangan utama yang disajikan di atas lapangan. Tajio FC bukannya tanpa perlawanan karena mereka berkali-kali melancarkan serangan gelombang yang mengancam jantung pertahanan lawan. Namun, tembok kokoh bernama Made Astika berdiri tegak di bawah mistar gawang OI Terminal. Penampilan gemilang sang penjaga gawang berhasil mementahkan setiap peluang emas yang lahir dari barisan penyerang Toribulu.

​Meski harus menelan pil pahit kekalahan, napas perjuangan Tajio FC Toribulu belum terhenti. Mereka dipastikan tetap melangkah ke fase gugur mendampingi sang juara grup. Hal ini terjadi lantaran dinamika turnamen yang menyisakan dua tim di Grup A setelah mundurnya kesebelasan Gelora Malakosa. Kini, kedua tim dari tanah Parigi Moutong ini bersiap membawa harapan baru saat mereka melangkah masuk ke dalam rimba babak knock out yang jauh lebih kejam dan menantang.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *