“Kerasnya Berlian di Sarang Harimau, Sebuah Catatan Strategi dan Kecepatan”

Fayruz
Semifinal Bupati Cup aliga 4 Seri Parigi Moutong, antara Berlian Tomoli (Orange) vs Harimau Baliara (Kuning).- Foto : EquatorNews

PARIGI, EQUATORNEWS – Gemuruh di Lapangan Harimau Baliara, Selasa sore (6/1), menjadi saksi bisu dramatisasi lapangan hijau yang mempertemukan dua kekuatan besar dalam semifinal Bupati Cup Liga 4 Indonesia 2025-2026 seri Parigi Moutong. Berlian Tomoli sukses mengunci tiket final setelah menumbangkan tuan rumah Harimau Baliara dengan skor tipis 1-0.

​Paruh Pertama: Adu Mekanik dan Intensitas

​Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer pertandingan langsung memanas. Kedua kesebelasan memperagakan permainan terbuka dengan intensitas tinggi. Harimau Baliara yang tampil di hadapan pendukung sendiri mencoba mengambil inisiatif serangan, namun disiplinnya lini belakang Berlian Tomoli membuat babak pertama berakhir dengan skor kacamata. Jual beli serangan terjadi, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru menjadi catatan bagi kedua pelatih saat turun minum.

​Perjudian Strategi di Babak Kedua

​Memasuki paruh kedua, juru taktik Harimau Baliara, Coach Azis Doank, mencoba mengubah anatomi permainan. Ia memasukkan sang supersub, Mochammad Zidan, guna menambah daya gedor. Kehadiran Zidan terbukti memberikan warna baru; serangan tuan rumah menjadi lebih menggigit dan mendominasi penguasaan bola.
​Di sisi lapangan berbeda, Dr Kasmudin Mustapa, pelatih Berlian Tomoli, merespons dominasi lawan dengan instruksi yang pragmatis namun mematikan. Ia memerintahkan anak asuhnya untuk merapatkan barisan pertahanan dan hanya mengandalkan serangan balik cepat (counter attack).

​Momen Pembeda dari Sang Sprinter

​Strategi Dr Kasmudin menemui momentumnya pada menit ke-61. Melalui skema transisi cepat, striker sprinter Berlian Tomoli, Muhammad Rifal, berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan celah di lini belakang Harimau Baliara yang asyik menyerang, Rifal memenangkan adu lari dengan barisan pertahanan lawan sebelum menceploskan bola ke jala gawang.
​Gol tunggal ini tidak hanya membawa timnya menang, tetapi juga mengukuhkan posisi Muhammad Rifal sebagai pemuncak daftar skor terbanyak (top skor) sementara yang belum tergoyahkan sepanjang turnamen dengan 11 gol.

​Menuju Partai Puncak

​Dengan hasil ini, Berlian Tomoli berhak melangkah ke partai final. Mereka kini menanti calon lawan dari laga semifinal lainnya antara ISBA Binangga vs Banteng Olaya yang dijadwalkan merumput pada Rabu, 7 Januari 2026.
​Bagi Harimau Baliara, kekalahan di kandang sendiri menjadi evaluasi pahit di tengah dominasi permainan yang sempat mereka pegang. Sementara bagi Berlian Tomoli, efektivitas strategi tetap menjadi kunci utama menuju tangga juara.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *