PARIGI, MOUTONG — Sore itu, Lapangan Patriot Bambalemo tidak hanya menjadi arena pertandingan. Ia berubah menjadi panggung perang strategi, tempat dua pelatih mengadu kecerdikan, ketenangan, dan keberanian mengambil risiko.
Quarter final Gubernur Berani Cup 2026 mempertemukan OI Terminal Toboli kontra Bhayangkara Jurnalis dalam duel penuh tensi yang berakhir 3–2. Sebuah laga yang tidak sekadar ditentukan oleh ketajaman kaki, tetapi oleh kejernihan pikiran.
Perang taktik antara Coach Andri dari OI Terminal Toboli melawan Coach Rudi Martisandi dari Bhayangkara Jurnalis akhirnya dimenangkan oleh Coach Andri. Di sore itu, OI Terminal tampil lebih taktis, mengandalkan skema counter attack yang cepat dan langsung, cukup merepotkan barisan pertahanan Bhayangkara Jurnalis sejak menit-menit awal.
Namun Bhayangkara Jurnalis datang dengan karakter berbeda. Meski harus bermain tanpa tiga pilar utama, Firly “Kebo” dan Farid Siniu yang absen karena akumulasi kartu, serta Ferry Hanan yang mengikuti Liga Sentra di Poso, mereka tetap tampil klinis dan stylish. Pola operan pendek rapat ala tiki-taka menjadi identitas permainan, menghadirkan tempo cepat dan penguasaan bola yang rapi.
Gol pembuka lahir pada menit ke-34 melalui Fandi Pulu. Sentuhan dinginnya membawa Bhayangkara Jurnalis unggul lebih dulu, membuat Toboli tersentak.
Respons datang tujuh menit berselang. Arfa Putra menyamakan kedudukan pada menit ke-41, mengembalikan napas OI Terminal Toboli sebelum jeda.
Memasuki babak kedua, intensitas meningkat. Menit ke-62, Akbar membawa Toboli berbalik unggul 2–1. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Tiga menit kemudian, Fandi Pulu kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya mengubah keadaan menjadi 2–2, sekaligus menghidupkan kembali pertandingan.
Saat laga mencapai titik paling tegang, Alamsyah muncul sebagai penentu. Pada menit ke 73, ia menuntaskan skema serangan balik OI Terminal Toboli dengan penyelesaian klinis. Gol itu menjadi garis akhir dari pertarungan panjang, 3–2 untuk Toboli.
Peluit akhir menegaskan satu hal: OI Terminal Toboli melangkah ke babak berikutnya, sementara Bhayangkara Jurnalis harus mengakhiri perjalanan mereka dengan kepala tegak.
Ini bukan sekadar kemenangan atau kekalahan. Ini adalah cerita tentang keberanian membaca ruang, tentang disiplin menjalankan rencana, dan tentang sepak bola yang selalu memberi ruang bagi drama hingga detik terakhir.
Di Bambalemo, sore itu, taktik bertemu takdir.
FAYRUZ










