PARIGI,EQUATORNEWS – Sabtu sore, 10 Januari 2026, Lapangan Patriot Bambalemo menjadi saksi bisu sebuah drama taktik yang elegan. Dalam lanjutan Grup C Gubernur Berani Cup 2026, Bhayangkara Jurnalis FC berhasil menjinakkan perlawanan sengit Pasir Putih Tumpapa dengan skor meyakinkan 2-0 melalui permainan yang memadukan kekuatan fisik dan estetika tinggi.
Menerapkan formasi konservatif 4-4-2 diamond, Bhayangkara Jurnalis langsung mendikte jalannya laga. Lapangan tengah diubah menjadi panggung sandiwara pendek ala tiki-taka Spanyol. Kendati dominan, duet juru gedor Udin Kidal dan David sempat dibuat buntu oleh disiplinnya lini belakang lawan yang membuat beberapa peluang emas menguap begitu saja.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-24 lewat sebuah momen ikonik. Berawal dari skema tendangan penjuru, David melenting di udara—sebuah tendangan setengah salto yang menghunjam deras ke gawang lawan. Gol akrobatik ini menjadi satu-satunya pembeda hingga waktu turun minum tiba.
Memasuki babak kedua, kuartet gelandang yang dihuni Stenley, Defianto, Ferly, dan Fikri kembali merajut dominasi. Namun, Pasir Putih Tumpapa yang dimotori oleh Saktiawan Lasau asal Palu, tak membiarkan diri mereka tertekan tanpa perlawanan. Berulang kali mereka mencoba menusuk jantung pertahanan Bhayangkara Jurnalis. Beruntung, ketangguhan duet Center Back Fiqri Al Amri dan Anan Affandi, serta kecekatan kiper Hadirum, memastikan gawang mereka tetap suci dari noda gol.
Kepastian kemenangan datang di menit ke-64. Defianto, sang “Robot” yang menjadi ruh permainan, mengonversi peluang dari luar kotak penalti melalui tendangan jarak jauh yang mematikan. Bola meluncur deras tanpa ampun, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Hingga wasit Darwis asal Binangga meniup peluit panjang di bawah langit sore Bambalemo, keunggulan dua gol Bhayangkara Jurnalis FC tetap tak tergoyahkan. Sebuah kemenangan yang menegaskan bahwa di kaki para jurnalis ini, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan sebuah puisi yang ditulis di atas rumput.
FAYRUZ










