PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah langit Patriot Bambalemo yang sakral, sebuah drama kolosal bertajuk “Perang Bintang” Grup E Gubernur Berani Cup 2026 tersaji layaknya naskah tragedi bagi AKL 88 FC dan elegi kemenangan bagi Alfath Family. Senin (12/1), rumput hijau menjadi saksi bisu adu taktik dua jenderal lapangan hijau, Gafur Lapakiyai dan Coach Yayat, dalam tarian ofensif 4-3-3 yang menghasut adrenalin.
Petaka di Menit Tiga Puluh Satu
Laga baru seumur jagung ketika Muhammad Rifal, sang predator haus gol pemuncak takhta top skor Liga 4 Zona 1Seri Parigi Moutong, mempertontonkan sihirnya. Menit ke-31, seolah menolak tunduk pada gravitasi dan kepungan dua bek lawan, Rifal menari di sudut sempit. Dengan presisi seorang algojo, ia melesakkan tendangan yang meluncur bak peluru meriam, menghujam sudut tiang jauh tanpa ampun. Given, sang penjaga gawang AKL 88, hanya mampu terpaku melihat gawangnya koyak oleh keajaiban sang “top skor”.
Benteng Kokoh dan Mistar Takdir
Memasuki babak kedua, angin berubah arah. Coach Yayat merombak bidak-bidaknya, memaksa Alfath Family mundur ke benteng pertahanan. Namun, harapan AKL 88 FC berulang kali hantam batu karang bernama Rifai. Kiper “impor” asal Taipa itu berdiri kokoh bak mercusuar di tengah badai, mematahkan setiap peluang emas lawan dengan refleks yang nyaris tak masuk akal.
Di tengah gempuran, Alfath Family hampir saja menggandakan duka lawan melalui skema serangan balik kilat. Indra Jarod melesat, lolos dari jebakan offside bak hantu yang tak terlihat. Naas, dalam duel satu lawan satu yang menentukan, takdir berkata lain; si kulit bundar hanya membentur keras mistar gawang, menyisakan desah napas tertahan di tribun penonton.
Akhir Sang Perang Bintang
Hingga peluit panjang ditiupkan oleh wasit Yadin asal Parigi, papan skor tetap membeku di angka 1-0. Kemenangan tipis ini bukan sekadar angka, melainkan bukti kejeniusan strategi Coach Gafur yang berhasil meredam ambisi besar AKL 88 FC. Alfath Family pulang dengan kepala tegak, membawa kemenangan dramatis yang akan dikenang sebagai salah satu laga paling puitis di tanah Bambalemo.
FAYRUZ










