PARIGI, EQUATORNEWS – Kamis siang, 1 Oktober 2026, seragam cokelat tak berpatroli di jalan aspal. Ia menyusuri pematang di Desa Pombalowo, Kecamatan Parigi. Di antara aroma tanah basah dan peluh petani, Polres Parigi Moutong memutuskan turun ke ladang, bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan menjaga perut.
Melalui tangan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Kompol I Gusti Nyoman Suarta, S.H., bantuan pestisida berupa obat rumput diserahkan kepada Kelompok Tani Jagung Perkasa. Bantuan yang tampak sederhana, tapi bagi petani ia adalah senjata untuk merawat harapan yang tumbuh di antara baris-baris jagung.
Kabag SDM datang didampingi Kanit Binmas Polsek Parigi dan Bhabinkamtibmas Desa Pombalowo. Kehadiran mereka adalah isyarat: polisi ingin berada di tengah, bukan di atas.
“Polri berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat, termasuk para petani. Bantuan pestisida ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membantu perawatan lahan dan tanaman jagung sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat,” ujar Kompol I Gusti Nyoman Suarta.
Baginya, ketahanan pangan bukan jargon di spanduk program pemerintah. Ia adalah kerja kolaborasi yang menuntut pemerintah, kepolisian, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat duduk dalam satu hamparan yang sama.
“Kami mengajak para petani untuk terus menjaga semangat dan produktivitas. Mari bersama-sama memanfaatkan lahan yang ada secara optimal dan menjaga sinergi agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Lebih dari sekadar serah-terima, pertemuan itu berubah menjadi ruang dengar. Keluhan tentang hama, tentang biaya perawatan, tentang lahan yang butuh uluran, disampaikan langsung tanpa perantara. Di sanalah peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di desa menemukan relevansinya.
Polres Parigi Moutong menegaskan: dukungan terhadap sektor pertanian adalah bagian dari strategi besar ketahanan pangan, sekaligus jembatan untuk merawat kemitraan Polri dengan masyarakat. Dari Pombalowo, pesan itu ditanam bersama pestisida — agar Kelompok Tani Jagung Perkasa terus bertumbuh, agar tongkol jagung berisi penuh, dan agar kesejahteraan di Kabupaten Parigi Moutong tidak hanya dipanen, tapi juga dijaga.
FAYRUZ/*










