Senja di Taliabo: Ketika Polsek Sausu Menjaga Nadi dari Kristal Haram

Fayruz
Tertunduk di keramik Polsek Sausu, lelaki berinisial NRA - terduga penguasa 11 paket sabu itu - tak lagi punya langit. Di atasnya berdiri barisan penjaga Sausu, di tengahnya Kapolsek Sausu IPTU Arbit dengan kaos kuning yang menyala di malam itu, menjadi penanda bahwa hukum bekerja tanpa seragam pun. - Foto: Polsek Sausu

SAUSU, EQUATORNEWS – Senja baru saja jatuh di atas Sausu. Di Desa Taliabo, Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 18.30 WITA, sebuah kamar kos yang semula sunyi tiba-tiba menjadi panggung dari kerja senyap aparat.

Seorang lelaki dengan inisial NRA, warga Desa Sausu Trans, diamankan. Dari penguasaannya, ditemukan 11 paket kecil yang diduga kuat narkotika jenis sabu-sabu. Kristal-kristal putih yang kerap merenggut masa depan anak-anak kampung itu, malam itu, tak sempat beredar lebih jauh.

Operasi yang presisi ini dipimpin langsung Kapolsek Sausu, IPTU Arbit, bersama Kanit Reskrim Polsek Sausu, AIPTU Yunus Datuan, S.H., dan tiga personel pilihan Polsek Sausu. Langkah mereka cepat, terukur, tanpa gaduh, diam-diam menghentak.

Tak berhenti di Taliabo, jejak perkara ini kemudian disambungkan. Terduga pelaku beserta barang bukti yang diduga sabu itu, kini telah diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Parigi Moutong untuk proses hukum selanjutnya. Sebuah estafet penegakan hukum yang menunjukkan, di Sausu, mata hukum tak pernah benar-benar terpejam.

Dari balik kolaborasi Polsek Sausu dan Satresnarkoba Polres Parigi Moutong itu, kita membaca sebuah pesan yang jernih: peredaran gelap narkotika tak akan diberi ruang untuk tumbuh.

“Kami Polsek Sausu menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak bosan-bosan memberikan informasi terkait peredaran gelap narkotika tersebut,” demikian seruan itu.

Seruan yang, di senja Taliabo, terdengar seperti janji bahwa kampung ini akan terus dijaga.

FAYRUZ/*

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *