PARIGI, EQUATORNEWS — Dari jantung tanah khatulistiwa, suara itu perlahan menjelma gema. Bukan sekadar aspirasi, melainkan harapan yang tumbuh dari akar masyarakat bahwa daerah ini layak dipimpin oleh anaknya sendiri.
Di tengah pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, dorongan tersebut kian menguat. Sejumlah elemen masyarakat, termasuk aktivis anti korupsi, mulai menyuarakan pentingnya figur pemimpin yang tidak hanya memahami wilayah, tetapi juga menghayati kehidupan sosial masyarakatnya.
Aktivis anti korupsi Parigi Moutong, Fadli Arifin Azis, menyampaikan harapan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar dalam menentukan Kapolda Sulawesi Tengah yang baru dapat mempertimbangkan sosok putra daerah.
Menurut Fadli, kepemimpinan di Sulawesi Tengah membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan manajerial dan penegakan hukum. Diperlukan sosok yang mampu memahami karakter sosial, budaya, serta nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Kapolda ideal adalah figur yang mampu “berbahasa rakyat”, memahami filosofi kehidupan masyarakat, serta memiliki kedekatan emosional dengan daerah yang dipimpinnya.
Dalam konteks tersebut, nama Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Rauf dinilai sebagai figur yang representatif. Jenderal bintang satu kelahiran Luwuk, 8 Mei 1971 itu merupakan alumnus Akademi Kepolisian tahun 1993 dan saat ini menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Tengah.
Fadli menilai, Helmi tidak hanya memahami wilayah secara geografis, tetapi juga memiliki kedekatan batin dengan masyarakat Sulawesi Tengah. Hal tersebut dinilai penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Selain itu, rekam jejak serta pengalaman panjang di institusi Polri menjadi nilai tambah tersendiri. Kapasitas akademik dan pengalaman tugas yang dimiliki dinilai mampu menjawab berbagai tantangan di Sulawesi Tengah, mulai dari penegakan hukum, penanganan konflik sosial, hingga pengawasan tindak pidana korupsi.
Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Dengan posisinya sebagai Wakapolda, Helmi dinilai telah memahami dinamika internal maupun eksternal di lingkungan Polda Sulawesi Tengah.
Pergantian kepemimpinan di Polda Sulawesi Tengah sendiri akan segera terjadi seiring purna tugas Kapolda saat ini, Irjen Pol. Endy Sutendy.
Fadli berharap, Kapolda ke depan mampu menjadi pengayom masyarakat yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga humanis dalam pendekatan sosial.
Ia meyakini, Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Rauf memiliki kombinasi tersebut dan mampu membawa Polda Sulawesi Tengah ke arah yang lebih baik.
“Harapan kami sederhana, Polda Sulawesi Tengah dipimpin oleh sosok yang kuat secara institusi dan dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, dukungan terhadap putra daerah pun semakin menguat, dengan harapan Kapolri dapat memberikan kepercayaan kepada figur yang dinilai memahami daerah secara utuh.
FAYRUZ









