Ragam  

Seragam Presisi Meneladani Akhlak Rasul

Fayruz
Ustaz Ahmad Hidayat Menyampaikan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Di Hadapan Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan A.N. Bersama Personel Muslim Di Masjid Asy-Syamsa Wal-Qamar Polres Parigi Moutong, Rabu 3 September 2026. Foto Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Peringatan Maulid Nabi di Mapolres Parigi Moutong kemarin berlangsung khidmat. Bukan sekadar ritual tahunan. Di Masjid Asy-Syamsa Wal-Qamar, Kamis (3/9/2026) pukul 08.55 WITA, barisan seragam cokelat itu duduk bersila, mendengar ulang kisah tentang kejujuran dan amanah.

Tema yang diusung cukup jelas: Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

Di saf depan, Kapolres AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., hadir bersama jajaran. Ada Kabag Ops Kompol Sugianto, Kasat Binmas AKP Zulkufran, Kasat Intelkam AKP Sumarji, Kasat Samapta Iptu Arma, Kasi Propam Iptu Wahyu Dwimulyanto, Kapolsek Parigi Iptu Jusman Bakri, Kapolsek Ampibabo Iptu Ansaruddin, personel muslim Polres dan polsek, serta Ketua Bhayangkari Cabang Ny. Bibit Hendrawan.

Hikmah maulid disampaikan Ustaz Ahmad Hidayat. Ia mengingatkan lima sifat Rasul yang tak lekang: jujur, amanah, sabar, adil, dan memberi manfaat bagi sesama.

Kapolres Hendrawan tak ingin maulid berhenti sebagai seremoni. Baginya, ini ruang introspeksi.

“Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi bagi kita dalam melaksanakan tugas. Nilai kejujuran, amanah, keadilan, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas anggota Polri,” kata Hendrawan.

Menurut Hendrawan, Polri Presisi tak melulu soal profesionalitas teknis. Integritas, moralitas, dan sikap humanis adalah penopangnya.

Ia pun meminta anak buahnya menjaga soliditas, disiplin, dan menjauhi perilaku yang mencederai kepercayaan publik.

“Saya berharap momentum Maulid Nabi ini dapat semakin memperkuat iman dan ketakwaan personel. Jadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman,” ujarnya.

“Polri harus hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ia menambahkan.

Pagi itu, doa-doa dipanjatkan dari masjid di dalam markas. Harapannya satu: Polri yang lebih dekat, lebih berintegritas, dan presisi bukan hanya di slogan. FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *