Merasa Dirugikan, Selpina Basrin Minta Plt Kapus Moutong Buktikan Tudingan Soal Aliran Dana Tambang

Fayruz
Selpina Basrin - Foto : FB Selpina Basrin

PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah langit Parigi Moutong yang menyimpan rahasia di balik urat-urat emasnya, sebuah prahara mengusik ketenangan aula terhormat dewan perwakilan rakyat. Aroma jelaga tambang ilegal diduga merembas masuk ke dalam bilik-bilik pelayanan kesehatan, menyeret nama salah satu legislator dalam pusaran isu finansial yang pelik.

​Prahara ini bermula pada Senin (7/4/2026), saat rapat Komisi IV DPRD Parigi Moutong berlangsung. Di hadapan para wakil rakyat, Plt. Kepala Puskesmas (Kapus) Moutong, Nurlian, menumpahkan keluh kesah tentang getirnya menakhodai fasilitas kesehatan yang sekarat dihantam krisis finansial. Demi menjaga napas pelayanan pasien rujukan, ia mengaku terpaksa meminjam dana dari tangan pengusaha tambang emas tanpa izin.

​Namun, pengakuan itu memicu riak besar saat Nurlian melantunkan ucapan terima kasih kepada Selpina Basrin, legislator dari Daerah Pemilihan Empat yang akrab disapa Pina. Spekulasi liar pun menari di ruang publik, menduga adanya hubungan istimewa antara sang anggota dewan dengan sosok berinisial N, saudagar tambang yang disebut sebagai pemberi pinjaman.

​Menanggapi kegaduhan tersebut, Selpina Basrin akhirnya angkat bicara secara resmi pada Jumat (17/4/2026). Dengan nada tegas, dalam keterangan tertulisnya yang dikirimkan ke awak media, kader Partai Hanura ini membantah keras keterlibatan dirinya dalam skandal pinjaman tersebut.

​”Saya perlu meluruskan bahwa tidak pernah ada hubungan atau keterlibatan saya dalam persoalan yang dimaksud. Penyebutan nama saya oleh Plt. Kapus Moutong dalam rapat saat itu saya anggap tidak disertai penjelasan utuh sehingga menimbulkan multitafsir,” ujar Selpina dalam keterangan resminya.

​Selpina mengakui sempat terkejut dalam forum tersebut, namun memilih menahan diri demi menjaga kondusivitas rapat. Ia juga menegaskan tidak pernah menjalin komunikasi dengan Plt. Kapus Moutong perihal peminjaman dana tersebut.

​Terkait tudingan yang menyeret nama keluarga atau orang terdekatnya di sektor pertambangan, Selpina memberikan penjelasan terbuka. Ia tak menampik bahwa sebagian besar keluarganya di Desa Lobu memang telah lama bermata pencaharian di sektor pertambangan, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai anggota DPRD.

​”Aktivitas masyarakat Desa Lobu maupun keluarga saya sudah berlangsung sejak lama. Terkait inisial orang terdekat yang seakan merujuk pada suami saya, perlu saya jelaskan bahwa yang bersangkutan sudah lama tidak lagi melakukan aktivitas pertambangan,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Selpina merasa narasi yang berkembang telah mengganggu psikologisnya dan berpotensi merugikan hak politiknya. Ia pun melayangkan tantangan balik kepada pihak Puskesmas untuk membuka identitas yang sebenarnya secara transparan.

​”Saya menantang Plt. Kapus Moutong untuk membuka secara terang benderang kepada publik siapa ‘bos tambang’ yang dimaksudnya. Jangan sampai pernyataan yang tidak utuh ini justru menggiring opini salah sasaran terhadap saya,” pungkas Selpina.

​Kini, publik Parigi Moutong menanti ujung dari benang kusut ini; apakah ini sekadar salah paham dalam tutur kata di tengah buntunya anggaran kesehatan, ataukah ada noda yang lebih dalam di balik mandat rakyat yang kini dipertaruhkan.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *