TOLITOLI, EQUATORNEWS – Jumat sore itu Lapangan Hijau Salumpaga mendidih. Bukan oleh matahari, melainkan oleh ribuan warga Tolitoli Utara yang tumpah ruah. Mereka datang bukan sekadar menonton bola. Mereka datang merayakan pesta desa yang telah lama dinanti: pembukaan Berani Cup Tolitoli 2026.
Tolitoli adalah persinggahan kesembilan. Setelah bergulir dari kabupaten ke kabupaten, gaung Berani Cup akhirnya mendarat di ujung utara Sulawesi Tengah. Yang membukanya langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Ketua TP-PKK Sry Nirwanti Bahasoan.
Di atas podium sederhana, Anwar tidak bicara sekadar turnamen antar-kampung. Ia bicara soal arsitektur prestasi. Baginya, Berani Cup adalah laboratorium talenta, tempat mencari mutiara yang selama ini terpendam di lapangan-lapangan berdebu.
“Panitia harus selektif, sehingga kita mendapatkan pemain-pemain dan tim terbaik untuk mewakili Tolitoli pada Berani Cup Liga Provinsi,” kata Anwar. Nada suaranya tegas.
Ia membayangkan satu muara: tim-tim terbaik dari seluruh daerah akan diadu kembali di tingkat provinsi. Dari sanalah, ia berharap, lahir kesebelasan yang bisa mengembalikan marwah sepak bola Sulawesi Tengah.
“Sepak bola Sulawesi Tengah harus menjadi juara. Karena itu, jaga baik-baik turnamen ini,” ujarnya.
Anwar juga menyelipkan pesan lain di antara sorak-sorai suporter. Ia menyebut Berani Cerdas, program pendidikan yang diklaim telah menjangkau 40 ribu mahasiswa. Sebuah isyarat kepada anak-anak muda Salumpaga yang baru lulus SMA: lapangan bola bukan satu-satunya jalan, ada bangku kuliah yang menunggu.
“Yang tamat SMA atau SMK dan mau kuliah, jangan ragu. Silakan mendaftar melalui Berani Cerdas,” katanya.
Puncak kemeriahan pecah saat peluit ekshibisi dibunyikan. Berani FC, yang diperkuat langsung oleh Gubernur Anwar Hafid, berhadapan dengan Old Star Persito Tolitoli. Skor 4-2 untuk Berani FC. Di antara mereka, ada wajah-wajah yang tak asing bagi penonton layar kaca: Irfan Sebastian, Syamsil Alam, Rifky Alhabsyi dari Selebriti FC, yang membuat Lapangan Hijau kian sesak oleh teriakan.
Di luar skor, ada satu hadiah yang lebih sunyi tapi lebih berarti: satu unit ambulans Berani Sehat diserahkan Anwar untuk Desa Pinjan. Bukan untuk gol, tapi untuk denyut kesehatan warga.
Di pinggir lapangan, Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya, Wakil Bupati Mohammad Besar Bantilan, Ketua KONI Sulteng Fathur Razaq, anggota DPRD Provinsi, hingga para kepala OPD menyaksikan. Sebuah pembukaan yang meriah, yang mencoba menjahit kembali mimpi sepak bola dari titik paling dasar: desa.
FAYRUZ/*










