PARIGI, EQUATORNEWS – Pergantian Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah membawa dua perjalanan karier ke persimpangan baru. Brigadir Jenderal Polisi Semmy Ronny Thabaa mendapat penugasan sebagai Wakapolda Sulteng, menggantikan Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf yang ditarik ke Mabes Polri.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP./2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Pergeseran jabatan itu menjadi bagian dari rotasi sejumlah pejabat di lingkungan Polri.
Semmy bukan orang baru dalam tugas operasional kepolisian. Perwira tinggi asal Serui, Papua, ini memiliki pengalaman panjang di sejumlah wilayah, terutama di Tanah Papua. Ia pernah menjabat Kapolres Jayawij.aya, Kapolres Paniai, dan Kapolres Nabire.
Kariernya kemudian meluas ke luar Papua. Semmy pernah memimpin Polres Tegal, menjadi Komandan Satuan Brimob Polda Papua Barat, serta menduduki jabatan Kepala Biro Operasi Polda Maluku Utara dan Polda Banten.
Ia juga pernah bertugas di Mabes Polri sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Operasi pada Staf Operasi Polri. Sebelum ditunjuk menjadi Wakapolda Sulteng, Semmy menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri, lembaga pendidikan yang berperan dalam pengembangan kepemimpinan perwira Polri.
Pada akhir Juni 2026, Semmy memperoleh kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal. Dengan penugasan barunya di Sulawesi Tengah, pengalaman operasi dan pengelolaan keamanan daerah yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun akan menjadi bagian dari bekalnya mendampingi Kapolda.
Adapun Helmi memiliki ikatan dengan daerah yang kini ditinggalkannya. Ia lahir di Luwuk, Sulawesi Tengah, pada 8 Mei 1971, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1993.
Sebelum menjadi Wakapolda Sulteng pada November 2024, Helmi pernah menduduki sejumlah jabatan, antara lain Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan, Direktur Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Barat, Direktur Reserse Kriminal Polda Kalimantan Utara, serta Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
Di luar pendidikan kepolisian, Helmi menempuh pendidikan magister di Universitas Tanjungpura dan meraih gelar doktor dari Universitas Diponegoro pada 2023. Latar belakang tersebut melengkapi pengalamannya di bidang penyidikan, penegakan hukum, dan manajemen kepolisian.
Dalam mutasi kali ini, Helmi mendapat penugasan sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat II pada Divisi Hukum Polri. Perpindahan tersebut menggeser fokus tugasnya dari kepemimpinan di tingkat kepolisian daerah ke bidang hukum di tingkat pusat.
Pergantian Wakapolda berlangsung ketika Polda Sulteng menghadapi tanggung jawab pengamanan wilayah yang luas dengan karakter persoalan berbeda-beda, mulai dari kawasan perkotaan hingga wilayah pertambangan dan daerah terpencil.
Namun, rekam jejak seorang pejabat baru tidak dengan sendirinya menjawab tantangan di tempat tugasnya. Publik akan menilai kepemimpinan melalui pelaksanaan tugas, konsistensi penegakan hukum, serta kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
FAYRUZ/*










